Minggu, 09 Desember 2012

Cerita Untuk Tuhan

Cerita Untuk Tuhan 
18 februari 2011

Sesuatu terjadi begitu tak disangka. Menaburkan pikiran yang keras dibawah ambang ilusi. Aku terdiam, melingkup dikelilingi semak belukar tajam. Terasa olehku sesak, bagaikan melilit hati yang menyipuh. Serasa ingin meronta. Berteriak memanggil Tuhan. Kejadian yang benar-benar membuat aku takut dalam bayang-bayang iman yang mulai melemah.

Tuhan, kini nama-Mu aku tanamkan dihati penuh isyarat keyakinan. Sebegitu beratkah sakit yang aku alami ini? Sedikit-demi sedikit ku mulai tanamkan ihklas dalam jiwa. Walau terkadang, rasa kesal meranta, menjerit, ‘Kenapa harus aku yang menanggung semuanya?’. Siapa yang harus bertanggung jawab setelah ini selain aku?
    
Detik demi detik waktu merebah, setelah usiaku genap 17 tahun. Kunci jiwa dan isi naluriku mulai ku ketahui. Duaarr… meledak hebat, menahan rasa kaget yang begitu dahsyat. Setengah sadar tanpa percaya kata-kata beliau-beliau tentang penyakit yang ternyata selama 17 tahun ini merenggut habis pikiran, jiwa, bahkan kini mulai mengikis habis naluriku. JAHAT!!!. Siapa yang harus aku salahkan? Sungguh memang ini bukanlah keinginanku?
   
 Hati menjerit melihat ragaku kebingungan menentukan apa yang harus dilakukan? Sekilas tampak normal, sehat, tanpa cacat padahal itu jelas-jelas menempel dalam pundak perasaanku. Tuhan, aku hanya bisa berdoa dan berusaha untuk bisa sembuh. Perasaan lelah. Ingin rasanya berakhir derita ini. Ya Allah. Aku hanya ingin sembuh. Benar-benar ingin sembuh. Kini, ku serahkan segalanya dari jiwa dan raga ku pada Mu yang maha pemilik segalanya. Dalam hatiku hanya Kau satu Tuhan penjagaku. Tiada yang lain.
    
Tuhan, dalam simpuh tangis aku bersujud. Mengadu hati yang nampak gersang oleh alunan-alunan ayat suci Mu. Memohon petunjuk dari apa yang sedang aku alami. Hanya kepadaMu. Tak ada yang lain tempat aku mengadu, memohon, dan meminta. Tak ada yang bisa mengubah cinta dan imanku padaMu. Walaupun setengah jiwa ku kini telah pergi melampaui batas sadar kehidupan yang tengah aku jalani dengan penuh kegambangan yang mengangah kesegala sudut pandangan ku.
    
Tuhan, aku tahu Engkau mengerti semua. Perasaan jiwa umatMu, kegundahan hati uamtMu. Keperihan kalbu umatMu. Yang setiap saat meminta padaMu dengan selalu mengagungkan keindahanMu serta slalu membawa cintaMu dalam setiap hembusan nafasku. PadaMu Tuhan, segalanya ku serahkan, ikhlas dan pasrah dengan apapun yang telah Kau kehendaki kini, karna aku hanyalah manusia biasa, yang tiada daya upaya tanpan izin Mu yang Maha Penguasa segalanya.

Rabu, 05 Desember 2012

Pertama Aku Suka Kimia

K.I.M.I.A

Kimia pelajaran yang sangat unik
Mengamati hal-hal penuh ketelitian
Yang kadang tak terduga
Merubah unsur karena sifat kimianya
Dan bersenyawa untuk satu tujuan

Kecerdasan orang-orang kimia dalam mengamati
Atom, unsur, molekul, yang menjadi objeknya
Menyetarakan antar senyawa dengan sifatnya masing-masing
Bahkan ikatannya bisa menjadi hal baru dengan sifat zat yang berbalik
Itulah kimia, ilmu pengetahuan yang mempelajari unsur kompleks kehidupan

Aku ingin mempelajari kimia sampai sukses
Bisa membuat percobaan yang berhasil
Serta menjadi apoteker hebat
KIMIA….
Pelajaran yang susah-susah gampang
Namun harus tetap ku tekuni dan ku senangi
Karena inilah dunia dan masa depanku
Sebagai jalan kesuksesanku

Satu hal yang pasti
Cita-cita ini bisa ku raih
Karena tak ada kerja keras dan usaha yang sia-sia
Walapun masih lama tapi gelar itu pasti akan menjadi milikku.

Story of My Life


I’am just ordinary girl. Nama lengkapku Elda Damayanti. Aku lahir di Sukabumi, 11 Februari 1994. anak pertama dari pasangan bapak Dadan dan Ibu Elih Haryati serta kakak dari ketiga orang Adik-adik yang lucu-lucu (walaupun kadang menyebalkan) 1. Gilang Adi Gustian. 2. Ratna Laila Sari 3. Flora Yunie Amalya. Bapak bekerja sebagai seorang PNS di kantor Dinas Pendidikkan dan Kebudayaan di kecamatan tempat kami tinggal, sedangkan ibu bekerja menjadi seorang guru agama di salah satu SDN di desa kami.
Aku lahir di desa Tamanjaya Rt. 02/01. Kecamatan Ciemas. Kabupaten Sukabumi dengan Kode Pos 43177. Aku menghabiskan masa kecilku di desa tersebut selama 11 Tahun. Riwayat pendidikkanku waktu TK di TK Banyu Kencana. Kemudian lanjut ke SD Negeri Tamanjaya, SMP Negeri 1 Ciemas, SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, dan sekarang sedang kuliah di jurusan Farmasi di Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung.
Selama menempuh pendidikkan SD, Alhamdulillah walaupun tak sebanyak orang lain tapi ada juga prestasi yang aku raih, salah satunya juara pertama LCC (yah walaupun Cuma tingkat kecamatan). Sebelum bersekolah di SMP Negeri 1Ciemas, aku dulu sempat masuk pesantren Darul Amal. Namun disayangkan karena merasa tidak betah akhirnya aku kabur dan bapak pun meimindahkan aku ke SMP tersebut. Selama mengenyam pendidikkan di SMP aku sangat menyukai pelajar Sejarah dan Biologi. Lalu semenjak kelas satu SMP hobi menulis ku mulai terlihat. Itu karena ada seorang pria yang sempat deket sama aku dan dia sering memberikan puisi-puisi cantik buatku, karena aku suka dengan puuisi-puisinya akhirnya aku memutuskan untuk belajar. Selang beberapa waktu, puisi yang aku buat semakin hari semakin bagus (kata temen-temen aku sih) dan akupun mencoba untuk mengirimkan puisiku pada saat perlombaan puisi di acara Maulid Nabi di sekolahku. Alhamdulillah dari lomba itu aku dapat juara satu. Kemenangan itu mulai membuat hobiku semakin memuncak. Semenjak itu aku mulai belajar menulis cerpen, Essay, bahkan nyoba juga membuat sebuah Novel (walaupun sampai sekarang belom beres-beres novelnya). Selama menempuh perjalanan sekolah di SMP begitu banyak suka duka yang terjadi. Masalah-masalah lucu yang mengajarkan berbagai hal sampai akhirnya aku lulus. Begitu berkesan pada saat kelulusan. Ceritanya dimulai pada pagi hari. Begitu tegang menunggu surat kelulusan datang. Guru-guru sepertinya menatapku dengan tatapan yang merendahkan, pa Edi (guru bahasa Indonesia) bilang “ih malu-maluin anak pak Dadan UN nya ga lulus, sudah telpon aja bapaknya, suruh ikutan paket C, daftar sekarang ke pa Tatang!”. Sontak aku cemas. Setiap aku nanya sama semua guru jawabannya sama “AHH nanya-nanya surat kelulusan, kaya yang lulus aja.” Hari itu pikiranku benar-benar galau. Dan sampai tiba saatnya pembagian. Ketika aku membuka surat kelulusanku. Disitu tertulia “TIDAK LULUS”. Aku langsung syok. Langsung nangis tak tau apa yang harus aku lakukan. Pikiranku melayang ‘gimana bisa aku ngelanjutin sekolah dikota?’ teman-temanku semua pada nangis serta mencoba menenangkan hatiku, tapi aku hanya berpikir apa yang harus aku katakana pada bapak? Dengan tubuh yang terasatak bernyawa aku dibawa ke kantor. Dan terlihat sosok yang sudah tak asing itu. Iyah itu bapak. Ternyata bapak benar-benar datang. Rasanya aku ingin mati kalau harus bertemu bapak. Tapi aneh, bapak menatap aku yang menangis dengan tawa yang lepas. Yah aku bingung? Lalu pa Agus (guru matematika) bilang “sudah jangan nangis, jelek ah. Sebenernya Elda itu lulus. Peringkat ke 2 lagi (yang juara 1 Rais temen selama aku mulai sekolah dari TK, SD, SMP dantak pernah terkalahkan)”, “tapi kenapa bapak datang kesini”. Tanyaku. Bapak hanya tertawa. Dan yah disitu aku sangat-sangat kesal. Tapi begitu bahagia bahwa sebenarnya aku lulus. Itu hanya sebuah akal-akalan guru-guru SMP aku buat ngejailin aku. Wahhh.. salut lah ektingnya.
Lulus dari SMP aku melanjutkan sekolah ke Kota (kan awalnya aku tinggal di Desa). Disana aku hidup sendiri (anak kost). Makan beli, minum beli, segalanya beli dan sendiri. Tapi Alhamdulillah aku bisa menjalaninya. Aku sekolah di salah satu SMA favorit di Kota Sukabumi yakni SMA Negeri 1 Kota Sukabumi (The Leading School). Sekolahnya keren, megah, asyik, ga ngebosenin, ah pokoknya rame lah. Pertama ospek seminggu ditemenin mama. Alhamduliilah MOPD (masa orientasi peserta didik) nya lancer. Belom pernah di hukum lagi. Pertama masuk SMA aku duduk di kelas X2 lalu ke IPA 1selama kelas dua dan tiga. Waktu di SMA semenjak masuk kelas XI, Alhamdulillah aku bisa mendapatkan rangking 1 sampai akhir kelas XII (sampai lulus). Serta mengikuti Olimpiade BIOLOGI tingakat Kota Sukabumi serta Lomba LCC di UPI bandung (yah walaupun kedua-duanya tidak menjadi juara tapi itu salah satu pengalaman).
Begitu banyak kisah yang tersimpan abadi di masa putih abu ini, dari mulai kisan cinta, persahabatan. Kekompakan, permusuhan, masalah dengan guru de el el deh.. indaahhh banget masa SMA itu. Rasanya sekarang pengen ke masa-masa itu lagi. Kalau untuk menceritakan gamblang kisah SMA mungkin di sekmen lain yah (karena terlalu panjang).
Lulus SMA, sempat bingung buat kuliah dimana. Aku daftar SNMPTN undangan ga keterima, daftar SNMPTN tulis juga ga keterima. Sebenarnya target pertama masuk UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) namun apa daya bukan nasib dan takdirnya. Akhirnya akupun banting setir mencari tempat kuliah alternative. Dan dapatlah Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung. Aku mendaftar dan akhirnya keterima. Lalu registrasi. Walaupun bapak awalnya sempat marah-marah dan memojokan aku karena kau masuk poltekes ini, tapi aku mencob sabar dan mencoba membuktikan kalau aku bisa sukses disini. Dan Alhmadulillah pada saat Yudisium aku mendapatkan peringkat 1 sekelas dan akhirnya dapat beasiswa. Aku bisa membuktikan pada bapak kalau aku bisa disini. Ini aku jadikan awal kunci dari kesuksesan. Amin.
Di poltekes ini aku mengambil jurusan Farmasi. Awalnya sedikit ragu, tapi lama kelamaan mulai menikmati dan terus memahami semua praktik dan mata kuliah yang aku dapat. Tapi sebelumnya, saat pertama masuk kuliah, menjalankan serangkaian PPS (semacam ospek) sungguhlah dahsyat. Hari minggu pagi masuk asrma, siangnya langsung di ospek, di bentak-bentak. Ga sempet tidur, ga sempet poop, ga sempet mandi, ah pokoknya serba ga sempat aja. Sampai badanpun kucel segalanya kucel. Tapi itu pun seru. Selama tiga bulan penyiksaan batin aku alami (lebay banget). Tapi lagi-lagi semuanya bisa terlewati dengan baik. Sekarang aku tinggal kuliah dan belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa tetap mendapatkan beasiswa, bisa lulus dengan memuaskan, dan juga bisa terus menjadi kebanggaan orang tua terutama bapak. Amin.