Kamis, 17 Januari 2013

Farmasi dan Kesehatan Penerbangan

Nama     : Elda Damayanti
NIM    : 30511016
Tugas Mata Kuliah Kesehatan Penerbangan

1.    Mekanisme Kerja Antihistamin Generasi Pertama dan Generasi Kedua Serta Efek Samping yang Ditimbulkan Bagi Penerbang.

    Definisi Antihistamin
Antihistamin adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan kerja histamin dalam tubuh melalui mekanisme penghambatan bersaing pada reseptor H-1, H-2 dan H-3. Efek antihistamin bukan suatu reaksi antigen antibodi karena tidak dapat menetralkan atau mengubah efek histamin yang sudah terjadi. Antihistamin pada umumnya tidak dapat mencegah produksi histamin. Antihistamin bekerja terutama dengan menghambat secara bersaing interaksi histamin dengan reseptor khas.
    Antihistamin Golongan Generasi Pertama
Obat-obat ini bisa dibeli tanpa resep, dan dapat digunakan untuk gejala ringan sampai sedang. Pemberian obat golongan ini perlu dipertimbangkan jika pasien harus berada dalam keadaan waspada/terjaga, misalnya anak-anak yang harus belajar di sekolah, atau orang yang bekerja sebagai sopir atau menjalankan mesin, termasuk seorang pilot/copilot, karena obat-obat ini bisa mengganggu pekerjaannya dengan sifatnya yang membuat kantuk. Oleh karena itu, penggunaan obat-obat Antihistamin golongan generasi pertama tidak diperbolehkan FAA digunakan bagi penerbang. 2
Antihistamin generasi pertama contohnya CTM, Prometazin, Dipenhidramin, Feniramin 
1.    Klorpheniramin ( CTM)
-    Efek              : antihistamin (efek lebih kuat dari feniramin ), sedativ ringan
-    Penggunaan : pengobatan alergi seperti rhinitis alergia, urtikaria , asma bronchial, dermatitis atopik, eksim alergi, gatal- gatal dikulit, udema angioneurotik.
-    Efek samping : mengantuk 3
2.    Prometazin
-    Efek                : antihistamin, meredakan batuk, antiemetik, sedativ, hipnotik
-    Penggunaan    : obat batuk, obat kombinasi untuk sindrom parkinson, mencegah mual dan mabuk perjalanan
-    Efek samping : mengantuk 3

3.    Difenhidramin ( diphenhdramin)
-    Efek               : antihistamin kuat, sedativ, antikolinergik, antispasmodik, antiemetik, dan antivertigo.
-    Penggunaan   : obat batuk, obat mabuk perjalanan , anti gatal-gatal karena alergi,dan obat tambahan pada penyakit parkinson.
-    Efek samping : mengantuk 3

4.    Feniramin ( pheniramin)
-    Efek                 : antihistamin kuat , meredakan batuk.
-    Penggunaan     : obat batuk, antialergi
-    Efek samping  : mengantuk 

    Antihistamin Golongan Generasi Kedua
Antihistamin yang lebih baru, yang digolongkan generasi kedua, relatif tidak menyebabkan kantuk, atau sedikit menyebabkan kantuk. Sehingga diperbolehkan oleh FAA untuk dikonsumsi oleh penerbang. Beberapa ada yang bisa dibeli bebas, sebagian ada yang harus dibeli dengan resep dokter. Contoh obat-obat golongan ini antara lain mebhidrolin napadisilat, cetirizin, loratadin, dll. 2
1.    Mebhidrolin Napadisilat
-    Efek                 : antihistamin ( tidak bersifat menidurkan)
-    Pengunaan       : gatal karena alergi
-    Efek samping  : - 3

2.    Cetirizin
-    Efek                 : antihistamin
-    Penggunaan     : perineal rhinitis , rhinitis alergi, urtikaria idiopatik
-    Efek samping  :-   3
3.    Loratadin
-    Efek                 : antihistamin
-    Penggunaan     : rhinitis alergi, urtikaria kronik, dermatitis alergi, rasa gatal pada hidung dan mata, rasa terbakar pada mata.
-    Efek samping  :- 3

Generasi pertama dan kedua berbeda dalam dua hal yang signifikan. Generasi pertama lebih menyebabkan sedasi dan menimbulkan efek antikolinergik yang lebih nyata. Hal ini dikarenakan generasi pertama kurang selektif dan mampu berpenetrasi pada sistem saraf pusat (SSP) lebih besar dibanding generasi kedua. Sementara itu, generasi kedua lebih banyak dan lebih kuat terikat dengan protein plasma, sehingga mengurangi kemampuannya melintasi otak. Oleh karena itu generasi pertama tidak diperbolehkan oleh FAA.

2.    Alasan Minosiklin tidak diperbolehkan oleh FAA.
Minosiklin tidak diperbolehkan oleh FAA karena efek sampingnya dapat menyebabkan kerusakan pada bagian vestibular dari telinga dalam, yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam menjaga keseimbangan. 
Gangguan vestibular ini terjadi bila mendapat minosiklin yang menumpuk dalam endolimfe telinga dan mempengaruhi fungsinya.  Gangguan keseimbangan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang merasa goyah, pusing, pening, atau memiliki sensasi gerakan, berputar atau mengambang. Efek berputar dikenal sebagai vertigo.

    Alat Vestibuler
Bagian telinga dalam non auditori (disebut alat vestibuler) terdiri dari dua sub-divisi fungsional: kanalis semisirkularis (dua vertikal dan satu horizontal) dan organ otolit (utrikulus dan sakulus). Kanalis semisirkularis merasakan putaran kepala, dan organ otolit merasakan percepatan linier kepala. Fungsi utama utrikulus adalah mengisyaratkan posisi kepala relatif terhadap gravitasi. Kerusakan sakulus menimbulkan kelainan yang kurang berarti dibandingkan dengan kerusakan utrikulus, sehingga fungsi sakulus kurang jelas dibanding utrikulus. Sakulus pernah diduga sebelumnya merupakan reseptor pendengaran frekuensi rendah, namun akhir-akhir ini studi sistematis khusus menunjukkan bahwa serabut saraf sakulus bereaksi hanya pada percepatan linier. Diperkirakan bahwa sistem sakulus memberikan reaksi terhadap percepatan vertikal tingkat tinggi, yang perlu untuk menimbulkan respon motorik yang dibutuhkan untuk mendarat secara optimal sewaktu terjatuh. 9
- Mual atau muntah         - Perasaan “menggantung” atau “mabuk laut” di dalam kepala
- Mabuk kendaraan        - Nyeri telinga
- Sensasi telinga penuh    - Sakit kepala
- Bicara campur-aduk        - Peka terhadap tekanan atau perubahan suhu dan arus angina
Efek samping diatas adalah sebagai alasan mengapa minosiklin dilarang dikonsumsi oleh penerbang.



3.    Obat AntiTBC
    Obat-obat Anti TBC yang diperbolehkan dikonsumsi oleh penerbang karena efek samping yang ditimbulkan memungkinkan penerbang untuk tidak meninggalkan tugas terbang, asalkan dalam penggunaannya harus dengan adanya pengawasan dari dokter.
1.    Rifampisin
    Mekanisme kerja Rifampicin dengan menghambat sintesa RNA dari mikobakterium.
    Efek Samping :
•    Gangguan gastrointestinal dan gangguan fungsi hati
•    Pernah dilaporkan timbulnya ikterus, purpura, reaksi kepekaan kulit. Trombositopenia, leukopenia.
•    Dapat terjadi abdominal distress (ketidaknyamanan pada perut) dan pernah dilaporkan terjadinya kolitis pseudo membrane.
•    Juga pernah dijumpai keluhan-keluhan seperti influenza (flu syndrome), demam, nyeri otot dan sendi.

2.    Isoniazid (INH)
INH harus diikutsertakan  dalam setiap regimen pengobatan, kecuali bila ada kontra-indikasi. Efek samping yang sering terjadi adalah neropati perifer yang biasanya terjadi bila ada faktor-faktor yang mempermudah seperti diabetes, alkoholisme, gagal ginjal kronik dan malnutrisi dan HIV. Dalam keadaan ini perlu diberikan peridoksin 10 mg/hari sebagai profilaksis sejak awal pengobatan. Efek samping lain seperti hepatitis dan psikosis sangat jarang terjadi. Oleh karena itu penggunaan INH bagi penerbang diperbolehkan asalkan harus disertai pengawasan dari dokter.
3.    Pyrazinamid
Bersifat bakterisid dan hanya aktif terhadap kuman intrasel yang aktif membelah dan mycrobacterium tuberculosis. Efek terapinya nyata pada dua atau tiga bulan pertama saja. Obat ini sangat bermanfaat untuk meningitis TB karena penetrasinya ke dalam cairan otak. Toksifitas hati yang serius kadang-kadang terjadi. Sehingga penggunaan untuk penerbang harus dengan adanya pengawasan dari dokter. 9

    AntiTBC yang tidak diperbolehkan bagi Penerbang
1.    Etambutol
    Etambutol digunakan dalam regimen pengobatan bila diduga ada resistensi. Jika resiko resistensi rendah, obat ini dapat ditinggalkan. Untuk pengobatan yang tidak diawasi, etambutol diberikan dengan dosis 25 mg/kg/hari pada fase awal dan 15 mg/kg/hari pada fase lanjutan (atau 15 mg/kg/hari selama pengobatan). Pada pengobatan intermiten di bawah pengawasan, etambutol diberikan dalam dosis 30 mg/kg 3 kali seminggu atau 45 mg/kg 2 kali seminggu.
    Efek samping etambutol yang sering terjadi sehingga tidak doleh dikonsumsi oleh penerbang adalah gangguan penglihatan dengan penurunan visual, buta warna dan penyempitan lapangan pandang.  Efek toksik ini lebih sering bila dosis berlebihan atau bila ada gangguan fungsi ginjal.
    Gangguan awal penglihatan bersifat subjektif; bila hal ini terjadi maka etambutol harus segera dihentikan. Bila segera dihentikan, biasanya fungsi penglihatan akan pulih. Pasien yang tidak bisa mengerti perubahan ini sebaiknya tidak diberi etambutol tetapi obat alternative lainnya. Pemberian pada anak-anak harus dihindari sampai usia 6 tahun atau lebih, yaitu disaat mereka bisa melaporkan gangguan penglihatan. Pemeriksaan fungsi mata harus dilakukan sebelum pengobatan. 9


4.    Obat Antidepresan
New York, Depresi lebih dari sekedar perasaan kesedihan atau tekanan yang mendalam selama beberapa waktu. Tapi kini pilot yang mengalami depresi ringan boleh terbang.
Larangan terbang bagi pilot yang mengonsumsi obat antidepresan akan segera dicabut. Gangguan depresi ringan hingga sedang tidak lagi menjadi penghalang bagi pilot untuk bertugas.
Sebelumnya, larangan bagi pilot untuk mengonsumsi obat antidepresan telah diberlakukan di AS selama 70 tahun. Dilaporkan oleh Reuters, Minggu (4/4/2010) larangan tersebut akan dicabut mulai Senin depan.
Selain karena obat-obat antidepresan telah banyak mengalami perkembangan, Badan Penerbangan AS (FAA) menilai pelarangan tersebut justru telah memunculkan efek yang tidak diharapkan. Di antaranya adalah kecenderungan para pilot untuk menutup-nutupi depresi yang dialami dan bahkan meninggalkan pengobatan agar bisa tetap bertugas.
"Kita ingin mengubah kultur dan menghapus stigma tentang depresi. Pilot (yang mengalami depresi -red) harus bisa mendapat pengobatan yang semestinya sehingga bisa menjalankan tugas dengan aman," kata administrator FAA, Randy Rabbitt.
Meski larangan tersebut akan dicabut, ketentuan bagi para pilot tetap ada. Sebelum benar-benar boleh terbang, pilot wajib membuktikan lewat screening test bahwa pengobatan telah berjalan sukses setidaknya 1 tahun.
Kebijakan tersebut juga hanya mengizinkan pemakaian 4 jenis obat antidepresan. Keempatnya adalah Prozac dari Eli Lilly and Co, Zoloft dari Pfizer Inc, serta Celexa dan Lexapro keduanya dari Forest Laboratories Inc.
"Obat lain akan diijinkan jika terbukti efektif pada pilot yang bersangkutan,"ungkap Dr Fred Tilton, salah satu dokter di FAA.
Seperti dilansir medlineplus, depresi adalah penyakit medis yang serius yang melibatkan otak. Depresi lebih dari sekedar perasaan kesedihan atau tekanan yang mendalam selama beberapa waktu.
Depresi dialami jutaan penduduk dunia mulai dari yang depresi ringan (Dysthymic disorder) hingga depresi berat seperti depresi unipolar. Depresi bisa mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.
Gejala depresi antara lain:
    Kesedihan yang mendalam
    Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas
    Berat badan turun
    Susah tidur atau tidur yang berlebihan
    Kehilangan tenaga
    Merasa tidak berharga
    Selalu berpikir tentang kematian atau bunuh diri

Depresi banyak dialami orang usia antara 15 sampai 30 tahun dan wanita paling banyak mengalami depresi ketimbang pria termasuk depresi sehabis melahirkan (depresi pospartum). Pengobatan untuk depresi antara lain minum obat antidepresi atau jika sudah parah melakukan terapi.


5.    Asam Mefenamat sebagai NSAID (Non Steroid Anti Inflamasi Drugs)
Aspirin (Asam Mefenamat)




    Farmakologi :
       Cara Kerja Asam mefenamat adalah seperti OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid atau NSAID) lain yaitu  menghambat sintesa prostaglandin dengan menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX-1 & COX-2). Asam mefenamat mempunyai efek antiinflamasi, analgetik (antinyeri) dan antipiretik.
    Indikasi:
   Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, nyeri pada persalinan.
    Kontraindikasi:
   Pada penderita tukak lambung, radang usus, gangguan ginjal, asma dan hipersensitif terhadap asam mefenamat.  Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna.
*Karena tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan bagi tugas terbang, olehkarena itu asam mefenamat diperbolehkan oleh FAA digunakan oleh penerbang tanpa harus meninggalkan tugas terbang.


Daftar Pustaka
http://studifarmasi.blogspot.com/2011/08/penggolongan-antihistamin.html
 http://habib.blog.ugm.ac.id/kuliah/histamin-dan-antihistamin/
  http://zulliesikawati.wordpress.com/tag/antihistamin/
  http://alfinjazz.blogspot.com/2011/01/antihistamin.html
  http://id.scribd.com/doc/92239575/Tetrasiklin-Turunannya
  http://yosefw.wordpress.com/2009/03/19/farmakokinetika-klinik-tetrasiklin/
  http://ningrumwahyuni.wordpress.com/2009/08/04/vestibular-disorders/
  http://www.hexpharmjaya.com/page/rifampicin.aspx
  http://kautsarku.wordpress.com/2009/09/11/tuberkulostastik-obat-dan-efek-sampingnya/
http://health.detik.com/read/2010/04/04/090651/1331445/763/index.php
http://mipa-farmasi.blogspot.com/2012/03/aspirin-asam-mefenamat.html

Rabu, 09 Januari 2013

Lirik Lagu CINTA SEJATI BY Bunga Citra Lestari

Saking terkagum dengan film Habibie & Ainun. Saya pun membuat Pos lyric dari OST Film Habibie & Ainun yang dibawakan oleh Bunga Citra Lestari (berperan sebagai Ainun). Lagu ini diciptakan oleh Melly Goeslaw. bait demi bait lagu ini bermakna dahsyat sedahsyat film nya juga. yuuuuk CEKIDOT liat Lyric nya......

Manakala Hati Menggeliat Mengusi Renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
suara semalam dan siang seakan berlagu
dapat aku dengan rindumu memanggil namaku

saat aku tak lagi disisimu
ku tunggu kau dikeabadian

aku tak pernah pergi selalu ada dihatimu
kau tak pernah jauh selalu ada didalam hatiku
sukmaku berteriak menegaskan kucinta padamu
terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

saat aku tak lagi disisimu
ku tunggu kau dikeabadian

cinta kita melukiskan sejarah
menggelarkan cerita penuh suka cita
sehingga siapapun insan Tuhan
pasti tahu cinta kita sejati

saat aku tak lagi disisimu
ku tunggu kau di keabadian

cinta kita melukiskan sejarah
menggelarkan cerita penuh suka cita
sehingga siapapun insan tuhan
pasti tahu cinta kita sejati

lembah yang berwarna membentuk melekuk memeluk kita
dua jiwa yang melebur jadi satu
dalam kesucian cintaaaaaa...

cinta kita melukiskan sejarah
menggelarkan cerita penuh suka cita
sehingga siapapun insan Tuhan
pasti tahu cinta kita sejati.
Manakala hati menggeliat mengusik renungan Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta Suara sang malam dan siang seakan berlagu Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati Lembah yang berwarna Membentuk melekuk memeluk kita Dua jiwa yang melebur jadi satu Dalam kesunyian cinta Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2012/12/lirik-lagu-bunga-citra-lestari-bcl.html#.UO12XIE-dnM
salam kenal ya :)
Manakala hati menggeliat mengusik renungan Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta Suara sang malam dan siang seakan berlagu Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati Lembah yang berwarna Membentuk melekuk memeluk kita Dua jiwa yang melebur jadi satu Dalam kesunyian cinta Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2012/12/lirik-lagu-bunga-citra-lestari-bcl.html#.UO12XIE-dnM
salam kenal ya :)

Review Film Habibie dan Ainun


Pada tanggal 21 Desember 2012, sederet film berkualitas dirilis salah satunya film yang menakjubkan menurut saya apalagi kalo bukan film Habibie & Ainun karya sutradara Faozan Rizal yang diangkat dari buku (lebih tepatnya buku apa novel yah? entahlah) best seller Habibie & Ainun karya B J Habibie ini berhasil menarik perhatian masyaraka indonesia. Hal itu terbukti dari jumlan penonton yang menakjubkan yakni tercatat sebanyak 2,1 juta penonton selama 18 hari pemutaran film Habibie & Ainun. Angka yang sungguh fantastic.

Pertama serempak diputar diseluruh bioskop indonesia pada tanggal 21 Desember, saya benar-benar tertarik dan tak sabar ingin segera menonton film tersebut. Akhirnya selang 3 hari pemutaran film Habibie & Ainun sayapun bisa menonton film yang penuh pesan-pesan yang begitu menyentuh. Perjuangan pun tak lepas saya rasakan pada saat menonton film yang berkualitas ini, saking banyak sekali yang berminat untuk menonton film ini, antrian panjang pun terjadi. dan yang lebih membuat saya begitu menggeleng-gelengkan kepala. Antrian penonton sudah terjadi hampir 2 jam sebelum bioskop dibuka. waw. Saya bersama kedua teman saya pun mengantri di tangga masuk bioskop sambil nungguin bioskop dibuka. Hampir satu jam menunggu, akhirnya pintu bioskop di buka dan perjuangan pun dimulai. Berdesakan, kepanasan sampai akhirnya tiket Film Habibie dan Ainun pun kita dapatkan. Horeeeeeeeeeee!!!!!

Tiket nonton BTC Studia 1 kursi C nomor 11, 12, 13. perasaan euforia sebelum menonton pun terasa begitu kental. Sungguh amazing film besutan Faozan Rizal ini. Sentuhan kisah pa Habibie dan ibu Ainun yang di filmkan begitu membuat luruh dan terkesan bagi setiap orang yang menonton filmnya. Awal film itu di putar, suasan vintage begitu kental. Kisah, alur, dan plot disusun secara apik sehingga kita mampu mengikuti alur filmnya.

Saya begitu terkagum dengan kesetiaan antara pa Habibie dan juga ibu Ainun. Cinta yang sejati, cinta yang tulus. sehingga mampu meneteskan air mata saya selama menonton film ini. Film yang berkualitas dan banyak nilai-nilai kesetiaan dan kehidupan yang dapat kita ambil dari realita kehidupan dan kisah cinta habibie dan ainun. kesetiaan yang ditunjukan oleh pa habibie dan kesetiaan yang ditunjukan oleh ibu ainun memberikan mereka kekuatan dan semangat. sungguh kisah cinta yang begitu indah dan penuh haru.

Bagi yang masih penasaran dengan film yang membahana cetar badai halilintar ini, cepetan nonton dijamin tidak akan nyesel. Film yang penuh pelajaran kehidupan bagi kita yang menontonnya diantara maraknya film-film indonesia yang bersifat Horor (iiuuuhh), sexi-sexi (iiihhh) yang tidak ada nilanya sama sekali. Habibie dan Ainun adalah film yang wajib kita tonton karena kisah yang disajikan mampu memberikan pemahaman yang hakiki tentang apa yang namanya CINTA SEJATI.

Selasa, 11 Desember 2012

What do you thinks about “LOVE”??


What do you thinks about “LOVE”?? 

CINTA. Sebuah kehidupan lahir karena cinta. Cinta yang membawa dunia menjadi begitu ramai. Cinta yang mengubah dunia menjadi menarik. Cinta yang menjadikan dunia berwarna. Cinta yang melekat pada dunia dengan segala keindahannya. Cinta yang membawa jiwa-jiwa itu melayang menebarkan jutaan kata-kata manis yang membius telinga, meleraikan segala amarah, memusnahkan akar dendam, juga melukiskan banyak kebahagian.

Banyak orang berpendapat mengenai CINTA. Entah itu positif ataupun negative. Cinta adalah bahasa universal yang biasa kita dengar. Cinta juga bisa diartikan sebagai ungkapan universal untuk menyatakan sebuah perasaan. Entah itu perasaan cinta kepada Tuhan, kepada orang tua, saudara, sahabat, teman atau juga pasangan kita. Begitu banyak kisah yang terjadi dibalik kata-kata cinta. Banyak orang berpendapat tentang cinta. layaknya secarik kertas putih yang entah akan kita tuliskan apa diatasnya.

Cinta adalah sebuah kata agung yang begitu membahanakan dunia. Karena ia bisa menjanjikan kebahagian bagi siapa saja yang ikhlas menjaga, memelihara serta menerimanya. Cinta itu ibarat sebuah pohon yang memberi kehidupan bagi seluruh makhluk di muka bumi ini.

Namun terkadang, banyak hal yang lepas dari titik kontrol Cinta itu sendiri. Banyak juga orang yang menyalahgunakan kata-kata cinta. Mengumbarnya demi kepuasan yang memang tak pantas disebut sebagai cinta. Bahkan cinta seolah dijadikan sebuah senjata untuk menjebak, merengkuh keangkuhan dunia yang kita tahu itu hanyalah sementara. Cinta juga banyak dimanipulasi dengan berbagai kebohongan. Menyiripkan cinta dengan kejadian yang tak seharusnya dikatakan sebagai bukti dari cinta. Dan akhirnya banyak kata yang terucap bahwa cinta hanya membawa kesedihan, Kepedihan, penderitaan, serta rasa sial. Padahal cinta yang sebenarnya itu sangatlah suci.

Tuhan menciptakan rasa cinta yang indah kepada makhluk-Nya yang mampu menjaga cinta itu dengan penuh rasa cinta kepada-Nya pula. Tuhan senantiasa menjaga rasa cinta itu apabila kita juga menjaganya dengan semakin dekat dengan Tuhan. Tuhan itu begitu agung dan Maha indah. Dia mampu menciptakan sebuah perasaan yang luar biasa dalah setiap kalbu manusia. Cinta yang indah bersemi dalam hati yang bersih. Cinta yang suci bersemi dengan keikhlasan yang sejati. Cinta yang abadi akan selamanya ada selama kita menempatkan Tuhan dalam sisi utama dikehidupan kita.

Makalah Antimalaria (Tugas Farmakologi)

BAB I
PENDAHULUAN

Pengobatan malaria merupakan salah satu upaya dalam rangkaian kegiatan program pemberantasan. Keberhasilan pengobatan untuk penyembuhan maupun pencegahan tergantung apakah obat itu ideal, diminum secara teratur sesuai dengan jadwal pengobatan dan takaran yang telah ditetapkan. Obat antimalaria yang ideal adalah obat yang mempunyai efek terhadap semua jenis dan stadia parasit, menyembuhkan infeksi akut maupun laten, cara pemakaian mudah, harganya terjangkau oleh seluruh lapisan penduduk dan mudah diperoleh, efek samping ringan dan toksisitas rendah '. Sampai saat ini belum ada obat antimalaria yang ideal. Oleh sebab itu digunakan kombinasi beberapa obat dalam pengobatan.
Dalam program pemberantasan malaria dengan pengobatan, Departemen Kesehatan mempunyai standar pengobatan sesuai dengan daerah dan sensitivitas Palsmodium falciparum terhadap obat-obat antimalarial. Standarisasi tersebut berguna untuk mencegah berkembangnya kasus resistensi terhadap obat-obat antimalaria lainnya. Resistensi merupakan akibat pemakaian obat yang tidak tepat. Sampai saat ini hanya P. falciparum yang dilaporkan telah resisten terhadap klorokuin, maupun obat-obat anti rnalaria lainnya. Di antara keempat spesies Plasmodia manusia, kasus malaria P. falciparum tampaknya lebih dominan dan juga merupakan penyebab malaria berat yang banyak menimbulkan kematian.
Di Indonesia dilaporkan terdapat fokus-fokus P. falciparum resisten terhadap klorokuin pada 26 propinsi, resisten terhadap sulfadoksin-pirimetamin pada 3 propinsi, dan resisten terhadap meflokuin pada 2 propinsi. Untuk mengatasinya, perlu diketahui obat-obat antimalaria lainnya yang dapat dipakai sebagai obat alternative.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyakit Malaria
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah. Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.
Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.
Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.

2.2 Penyebab serta Dampak Dari Malaria
    Penyebab Malaria
Penyebab Malaria adalah infeksi oleh parasit Plasmodium yang ditularkan dari satu manusia yang lain dengan gigitan nyamuk malaria yang dikenal dengan nyamuk Anopheles. Pada manusia, parasit tersebut bermigrasi ke hati di mana mereka melepaskan bentuk lain. Jika ini terjadi, mereka dapat memasuki aliran darah dan menginfeksi sel-sel darah merah.
Parasit sebagai penyebab penyakit malaria berkembang biak di dalam sel darah merah, yang kemudian pecah dalam waktu 48 sampai 72 jam, menginfeksi sel darah merah. Gejala pertama biasanya terjadi 10 hari sampai 4 minggu setelah infeksi, meskipun mereka dapat muncul pada awal 8 hari atau selama setahun kemudian. Kemudian gejala yang terjadi pada siklus 48 sampai 72 jam.
Mayoritas gejala disebabkan oleh rilis besar merozoit ke dalam aliran darah, anemia akibat penghancuran sel darah merah, dan masalah yang disebabkan oleh sejumlah besar hemoglobin bebas dilepaskan ke sirkulasi setelah sel darah merah pecah. Malaria juga dapat menular sejak lahir (dari ibu ke bayi yang dikandungnya) dan transfusi darah. Nyamuk malaria yang menjadi vektor penyebab malaria dapat dibawa ke daerah beriklim sedang, tetapi parasit hilang selama musim dingin.
    Dampak Penyebab Malaria
Penyakit ini merupakan masalah kesehatan utama di banyak daerah tropis dan subtropis. CDC (nter For Disease Control and Prevention) memperkirakan bahwa ada 300-500 juta kasus malaria setiap tahun, dan lebih dari 1 juta orang meninggal. Di beberapa wilayah di dunia, nyamuk yang membawa malaria telah mengembangkan resistensi terhadap insektisida, sedangkan parasit telah mengembangkan resistensi terhadap antibiotik.
Penyebab penyakit malaria dari genus Plasmodium dimulai dengan gigitan dari nyamuk yang terinfeksi. Perjalanan parasit dari gigitan nyamuk ke hati, di mana parasit mulai bereproduksi berlanjut ke aliran darah, di mana ia menginfeksi sel darah merah. Parasit mereproduksi pada sel darah merah, yang merusak sel dan melepaskan parasit lebih ke dalam aliran darah.
Jika nyamuk menggigit lain orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut kemudian dapat membawa infeksi ke orang lain. Nyamuk penyebab malaria dikenal dengan nyamuk Anopheles membawa parasit dengan 4 spesies Plasmodium. Penyebab Penyakit Malaria

    Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit yang hidup di dalam darah manusia. Bibit penyakit malaria tersebut termasuk binatang bersel satu, tergolong amuba yang disebut Plasmodium.
  

 Ada empat macam plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria :
•    Falciparum, penyebab penyakit malaria tropika. Jenis malaria ini bisa menimbulkan kematian.
•    Vivax, penyebab penyakit malaria tersiana. Penyakit ini sukar disembuhkan dan sulit kambuh.
•    Malariae, penyebab penyakit malaria quartana. Di Indonesia penyakit ini tidak banyak ditemukan.
•     Ovale, penyebab penyakit malaria Ovale. Tidak terdapat di Indonesia.
    Kerja plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. Dengan perantara nyamuk anopheles, plasodium masuk ke dalam darah manusian dan berkembang biak dengan membelah diri.
2.3 Obat-obat Anti Malaria
Obat malaria yang dikenal umum adalah:
•    Obat standar: Klorokuin dan Primakuin. Klorokuin efefktivitasnya sangat tinggi terhadap Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum.
•    Obat alternatif: Kina dan Sp (Sulfadoksin + Pirimetamin). Kombinasi SP sangat efektif untuk mengobati penderita malaria oleh Plasmodium falciparum yang sudah resisten kloroluin.
•    Obat penunjang: Vitamin B Complex, Vitamin C dan SF (Sulfas Ferrosus).
•    Obat malaria berat: Kina HCL 25% injeksi (1 ampul 2 cc).
•    Obat standar dan Klorokuin injeksi (1 ampul 2 cc) sebagai obat alternatif.

Berdasarkan rumus kimianya, obat-obat antimalaria dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Alkaloida chinchona : kina, kinidin.
2. 4-aminokuinolin : klorokuin, amodiakuin.
3. 8-aminokuinolin : primakuin, kinosid.
4. Diaminopirimidin : pirimetamin, trimetoprim.
5. Sulfanamida : sulfadoksin,sulfadiasin, sulfalen. Sulfon dapson.
6. 9-aminoakridin : mepakrin.
7. Biguanida : proguanil, klorproguanil, sikloguanil.
8. Tetrasiklin : tetrasiklin, doksisiklin, minosikiln.
9. Antibiotik lain : klindamisin, enitromisin
10. 4-metanolkuinolin : meflokuin.
11. Penantren metanol: halofantrin.
12. Seskuiterpen lakton : qinghaosu. Seskuiterpen peroksid : yingzhaosu.
13.Pironaridin
14.Lain-lain.

Berdasarkan efek atau kerja obat pada stadia parasit, obat-obat antimalaria dapat digolongkan sebagai berikut :
1)    Sisontosida jaringan primer (pre-eritrositer). Digunakan untuk profilaksis kausal :
B-aminokuinolin, dia-minopirimidin, biguanida, sulfanamida, dan tetrasiklin.
2)    Sisontosida jaringan sekunder (ekso eritrositer). Digunakan untuk mencegah relaps :
8-aminokuinolin.
3)    Sisontosida darah (eritrosit). Digunakan untuk penyembuhan klinis atau supresi :
alka-loida chinchona, 4-aminokuinolin, sulfanamida, sulfon, dan 9-aminoakridin.
4)    Gamesitosida. Digunakan untuk membunuh bentuk seksual parasit : al-kaloida chinchona, 4-aminokuinolin, dan 8-aminokuinolin.
5)    Sporontosida. Digunakan untuk mencegah pembentukan ookist dan sporosoit dalam tubuh nyamuk : diaminopirimidin, sulfanamida, dan biguanida.

Obat-obat antimalaria yang dipakai dalam program adalah klorokuin, sulfadoksin pirimetamin, kina, tetrasiklin, dan primakuin.

•    Obat-Obat Antimalaria Baru
Dalam satu dasawarsa terakhir, banyak berkembang obat- obat antimalaria baru. Di antaranya ada yang sudah terdaftar dan beredar di Indonesia.
1.    Sulfalen (sulfametopirasin = kelfisin)-pirimetamin.
    Merupakan obat antimalaria kombinasi golongan sulfanamida dan diaminopirimidin. Obat ini sudah terdaftar dan beredar di Indonesia dengan nama Metakelfin. Adapun kerja obat ini adalah sisontosida jaringan primer, sisontosida darah dan sporontosida untuk ke empat jenis plasmodium manusia.
    Dikemas dalam bentuk 500 mg sulfalen - 25mg pirimetamin/tablet.
    Diberikan secara oral, dosis tunggal, dengan dosis 25 mg/kgbb. untuk anak 1-5 tahun, 1 tablet untukanak 6-10 tahun, dan 2-3 tablet untuk orang dewasa.
    Obat ini tidak diberikan pada bayi dan wanita hamil. Untuk profilaksis diberikan dengan dosis sama seperti dosis pengobatan setiap minggu. Mempunyai waktu paruh 65-85 jam, dan konsentrasi dalam plasma mencapai puncaknya dalam 4 jam.
    Efikasi obat ini baik dengan angka penyembuhan di Asia (Kamboja, Birma, dan Filipina) 80-100%, kecuali di Thailand karena telah banyak kasus P. falciparum resisten obat antifolat, sedangkan bebas demam dicapai dalam 1-3 hari dan bebas parasit juga 1-3 hari.
    Efikasi obat ini di Afrika (Somalia, Kamerun, Senegal, Nigeria, Volta Hulu, Togo, Kongo, Tanzania, dan Kenya) adalah angka penyembuhan 92-100%, bebas demam 1-3 hari, dan bebas parasit 2-3 hari.
    Efek samping obat ini seperti sulfadoksin-pirimetamin, yaitu : hanya pada orang-orang tertentu berupa urtikaria, sindrom Steven Johnson, granulositopcni, dan methemoglo-binemia.

2.    Doksisiklin dan minosiklin
    Merupakan obat antimalaria golongan tetrasiklin. Obat ini sudah terdaftar, beredar dan digunakan sebagai obat antibiotika.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida jaringan primer, khusus untuk P. falciparum tetapi tidak digunakan untuk pro-filaksis.
    Dikemas dalam bentuk 100 mg/tablet atau kapsul, diberikan secara oral, dengan dosis 1,5-2 mg/kgbb, tiap 12jam, selama 7 hari, dan hams diberikan bersama kina atau amodiakuin. Doksisiklin mempunyai waktu paruh 15-18 jam.

3.    Klindamisi
    Merupakan obat antimalaria golongan antibiotika lain. Obat ini sudah terdaftar, beredar dan digunakan sebagai obat antibiotika.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida darah untuk P.falciparum.
    Dikemas dalam bentuk 75 mg dan 150 mg/ kapsul, diberikan secara oral, dengan dosis 5-10 mg/kgbb, tiap 12 jam, selama 5 hari, dan sebaiknya diberikan bersama kina atau amodiakuin. Oemijati dkk (1989), telah meneliti obat ini di RSU Dili, Timor Timur, dengan hasil baik. Klindamisin diberikan kepada penderita P. falciparum resisten klorokuin secara in vitro dengan dosis 2 x 300 mg, peroral. selama 5 hari.
     Angka penyembuhan 100%, dan bebas parasit dicapai pada hari ke 2-6.
    Efek samping yang ditemukan ringan dan bersifat sementara.

4.    Meflokuin.
    Merupakan obat antimalaria golongan 4-metanol kuinolin. Obat ini pernah diteliti, belum terdaftar dan beredar di Indonesia. Di beberapa negara obat ini sudah digunakan secara luas.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida darah untuk keempat spesies plasmodium manusia.
    Dikemas dalam bentuk 250 mg/tablet, diberikan secara oral, dosis tunggal, dengan dosis 15-25 mg/kgbb.
    Obat ini aman untuk wanita hamil. Dapat diberikan untuk profilaksis dengan loading dose 750 mg, kemudian 125 mg/minggu. Waktu paruh obat ini adalah sekitar 3 minggu, dan konsentrasi dalam plasma mencapai puncaknya dalam 12-16 jam. Belum ditemukan kasus resistensi silang dengan obat antimalaria lain.
    Untuk memperlambat terjadinya resistensi P. falciparum meflokuin sebaiknya digunakan kombinasi dengan sulfadoksin-pirimetamin menjadi MSP (meflokuinsulfadoksin-pirimetamin) yang dapat diberikan dengan dosis tunggal.
    Efikasi obat ini di Thailand baik, dengan angka penyem-buhan 90-100%, bebas demam dicapai pada hari ke 1-3 dan bebas parasit pada hari ke 3-5. Di Indonesia, walaupun belum beredar dan dipakai, telah ditemukan kasus resisten di Irian Jaya dan Jawa Tengah.
    Efek samping obat ringan dan sementara yaitu : gangguan saluran pencernaan, lemah, pusing, insomnia, pruritus, dan skin rash. Semua efek samping ini bersifat sementara dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

5.    Halofantrin
    Merupakan obat antimalaria golongan penantren metanol. Obat ini belum terdaftar dan beredar di Indonesia. Di beberapa negara (Perancis dan negara-negara Afrika Barat) obat ini dalam waktu dekat akan dipakai. Di Indonesia obat ini sedang diteliti.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida darah untuk keempat spesies plasmodium manusia.
    Dikemas dalam bentuk 250 mg/tablet, 500 mg/kapsul, dan 100 atau 250 mg/5 ml suspensi. Diberikan secara oral dengan dosis untuk anak-anak 8-10 mg/kgbb, tiap 6 jam, dengan dosis total 24 mg/kgbb. Untuk orang dewasa (> 12 tahun) diberikan 500 mg tiap 6 jam, dengan dosis total 1500 mg.
    Tidak diberikan pada wanita hamil dan menyusui karena mempunyai efek fetotoksik pada binatang percobaan.
    Waktu paruh halofantrin adalah 1-2 hari, dan konsentrasi dalam plasma mencapai puncaknya dalam 6 jam. Belum ditemukan kasus resistensi silang dengan obatobat antimalaria lainnya.
    Efikasi obat ini baik, dengan angka penyembuhan mendekati 100%, waktu bebas demam 1-3 hari, dan bebas parasite 2-3 hari.
    Efek samping obat ini ringan dan sementara yaitu gangguan saluran pencernaan : mual, sakit perut, dan diare.

6.    Qinghaosu
    Merupakan obat antimalaria golongan seskuiterpen lakton. Obat ini belum terdaftar dan beredar di Indonesia. Merupakan obat tradisionil Cina dari ekstrak tumbuhan Artemesia annua L (Qinghao) yang sebenarnya sudah dipakai sejak ribuan tahun yang lalu. Selain di Cina, qinghaosu juga diteliti di Birma dan Thailand.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida darah untuk P. falciparum dan P. vivax. Obat ini baik untuk mengobati malaria berat atau dengan komplikasi karena efek obat yang sangat cepat.
    Dikemas dalam bentuk tablet (artemisin-qinghaosu) untuk per oral, dalam larutan minyak (artemeter) untuk sun- tikan intramuskular, dalam larutan garam fisiologis (artesunat) untuk suntikan intravena atau intramuskular, dan dalam bentuk supositoria untuk rektal supositoria.
    Dosis yang efektif masih diteliti. Dosis total untuk orang dewasa adalah tablet : 2,5-3,2 g, larutan minyak : 0,6-1,2 g, dan larutan garam fisiologis : 1,2 g.
    Tidak diberikan pada wanita hamil karena mempunyai efek fetotoksik. Waktu paruh qinghaosu adalah 7 jam dan konsentrasi maksimum dalam plasma terlihat setelah 0,5-4 jam pemberian obat. Tidak ditemukan kasus resistensi silang dengan klorokuin. Obat ini sangat cepat menurunkan demam dan parasit. Waktu bebas demam yang dibutuhkan adalah 15-22 jam, sedangkan bebas parasit antara 30-68 jam. Angka rekrudensi cukup tinggi yitu > 18% yang biasanya timbul pada hari ke 15-30 setelah pengobatan.
     Efek samping obat ini yang didapat adalah penurunan jumlah lekosit dan retikulosit yang bersifat sementara.

7.    Yingzhaosu
    Merupakan obat antimalaria golongan seskuiterpen pe- roksid. Obat ini baru dikembangkan dan didapatkan dari tanaman obat tradisionil Cina.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida darah untuk P. falciparum dan tidak ditemukan resistensi silang dengan klorokuin, meflokuin, dan qinghaosu.
    Obat ini baik digunakan dengan kombinasi. Dapat diberikan peroral, atau parenteral. Toksisitas rendah dan tidak ditemukan mutagenisitas.

8.    Pironaridin
    Merupakan obat antimalaria derivat hidroksianilino-benso-naphtiridin. Obat ini ban' diteliti pada binatang percobaan dan in vitro.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida darah untuk P. falciparum dan sensitif terhadap P. falciparum resisten kiorokuin.

9.    Falcimax TM
    Merupakan obat antimalaria kombinasi kina, kinidin dan cinchonin.
    Adapun kerja obat ini adalah sisontosida darah untuk keempat spesies plasmodium manusia.
    Obat ini diberikan dengan dosis 12 mg/kgbb. flap 8 jam, selama 7 hari, per oral. Efikasi obat ini baik, dengan angka penyembuhan 100%, sedangkan efek samping obat ringan dan sementara.

10.    Lain-lain :
4-piridin metanol, ariltio kuinasolin, 2 fenil fenol, dihidrotriasin 13. Merupakan obat-obat antimalaria yang sedang diteliti pada binatang percobaan dan bersifat sisontosida darah.  
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Anti malaria adalah obat-obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh parasite bersel tunggal (Protozoa) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang menggigit pada malam hari dengan posisi menjungkit.
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah. Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.
Obat anti malaria yang ideal adalah obat yang efektif terhadap semua jenis dan stadium parasite, menyembuhkan infeksi akut maupun laten, efek samping ringan dan toksisitas rendah.

3.2 Saran
Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat anti malaria bila mengunjungi daerah endemik malaria.
Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu sebagai berikut :
- Plasmodium Vivax, menyebabkan malaria vivax yang disebut pula sebagai malaria tertiana.
- Plasmodium falciparum, menyebabkan malaria falciparum yang dapat pula disebut sebagai
malaria tersiana.
- Plasmodium malariae, menyebabkan malaria malariae atau malaria kuartana karena serangan
demam berulang pada tiap hari keempat.
- Plasmodium ovale, menyebabkan malaria ovale dengan gejala mirip malari vivax. Malaria ini merupakan jenis ringan dan dapat sembuh sendiri.

Makalah Obat Tradisional (TUGAS UUK)

OBAT TRADISIONAL
Menurut PERMENKES RI Nomor : 246/Menkes/Per/V/1990
Pasal 1
Obat tradisional
Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut, yang secara traditional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Meningkatnya penggunaan jamu juga disebabkan oleh:
1.    Kecenderungan masyarakat mencari alternatif pengobatan yang kembali ke alam (back to nature) dengan alasan mempunyai efek samping yang relatif kecil.
2.    Pengobatan tradisional merupakan bagian dari sosial budaya masyarakat.
3.    Terbatasnya akses dan keterjangkauan pelayanan kesehatan modern.
4.    Keterbatasan dan kegagalan pengobatan modern dalam mengatasi beberapa penyakit tertentu.
5.    Meningkatnya minat profesi kesehatan mempelajari pengobatan tradisional.
6.    Meningkatnya publikasi dan promosi pengobatan tradisional.

Masalah dalam penggunaan obat tradisional:
1.    Pengobatan alternatif tidak memiliki atau hanya sedikit memiliki studi tentang efisiensi, efek samping, dan interaksinya dengan obat-obatan konvensional
2.    Menurut beberapa ahli kesehatan, pengobatan alternatif tidak teruji atau hanya sedikit bukti berdasarkan studi kesehatan.
3.    Anggapan pengobatan alternatif juga berpotensi memperlambat penyembuhan, sering terjadi interaksi yang tidak diketahui dengan obat-obatan konvensi

Tiga bentuk obat tradisional yang didorong oleh BPOM yaitu :
1.    Jamu adalah obat tradisional Indonesia. Jamu atau obat alam, akan difokuskan untuk pemulihan penyakit regeneratif, misalnya kolesterol, asam urat, tekanan darah tinggi dan diabetes.
2.    Herbal terstandar adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi.
3.    Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah di standarisasi.
Obat tradisional yang pada awalnya dibuat oleh pengobat tradisional untuk pasiennya sendiri/lingkungan terbatas, berkembang menjadi industri rumah tangga dan selanjutnya sejak pertengahan abad ke-20 telah diproduksi secara massal baik oleh Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) maupun Industri Obat Tradisional (IOT) dengan mengikuti perkembangan teknologi pembuatan.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor: 246/Menkes/Per/V/1990
TENTANG
IZIN USAHA INDUSTRI OBAT TRADISIONAL DAN PENDAFTARAN OBAT TRADISIONAL
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Pasal 1
(1)    lndustri Obat Tradisional (IOT) adalah industri yang memproduksi obat traditional dengan total asset diatas Rp 600.000.000,-, tidak termasuk harga tanah dan bangunan.
(2)     lndustri Kecil Obat Tradisional (IKOT) adalah industri obat tradisional dengan total aset tidak lebih dari Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah), tidak termasuk harga tanah dan bangunan.
Pasal 2
(1)    Untuk mendirikan Usaha lndustri Obat Tradisional diperlukan izin Menteri;
(2)    Untuk mendirikan Usaha Jamu Racikan dan Usaha Jamu Gendong tidak diperlukan izin.
Pasal 3
(1)    Obat Tradisional yang diproduksi, diedarkan di wilayah Indonesia maupun diekspor terlebih dahulu harus didaftarkan sebagai persetujuan Menteri;
(2)    Dikecualikan dari ketentuan ayat (1) adalah obat tradisional hasil produksi :
     a. lndustri Kecil Obat Tradisional dalam bentuk   rajangan, pilis, tapel dan parem;
      b. Usaha Jamu Racikan;
      c. Usaha Jamu Gendong
(3)     Obat Tradisional hasil produksi lndustri Kecil Obat Tradisional di luar yang dimaksud dalam ayat (2) huruf a dikenakan ketentuan ayat (1).
Pasal 6
Usaha lndustri Obat Tradisional wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a.    Dilakukan oleh Badan Hukum berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi;
b.    Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
c.    lndustri Obat Tradisional harus didirikan di tempat yang bebas pencemaran dan tidak mencemari lingkungan.
d.    Usaha lndustri Obat Tradisional harus mempekerjakan secara tetap sekurang-kurangnya seorang Apoteker warga negara Indonesia sebagai penanggung jawab teknis.
Tata Cara Perizinan
Pasal 10
Untuk memperoleh lzin Usaha lndustri Obat Tradisional dan lndustri Kecil Obat Tradisional diperlukan tahap Persetujuan Prinsip.
Pasal 12
•    Pengajuan permohonan Persetujuan Prinsip untuk pendirian Industri Obat Tradisional disampaikan kepada Direktur Jenderal dengan mempergunakan contoh formulir TRAD-1.
•    Pengajuan permohonan Persetujuan Prinsip untuk pendirian lndustri Kecil Obat Tradisional disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah dengan tembusan kepada Direktur Jenderal mempergunakan contoh formulir TRAD-2.
•    Dalam waktu 12 (dua belas) hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap, Direktur Jenderal mengeluarkan Persetujuan Prinsip dengan menggunakan contoh formulir TRAD-3 atau menolaknya dengan mempergunakan contoh formulir TRAD-4.
•    Dalam waktu 12 (dua belas) hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap, Kepala Kantor Wilayah mengeluarkan Persetujuan Prinsip dengan mempergunakan contoh formulir TRAD-5 atau menolaknya dengan mempergunakan contoh formulir TRAD-6 dengan tembusan kepada Direktur Jenderal.

lzin Usaha lndustri Obat Tradisional atau lndustri Kecil Obat Tradisional dicabut dalam hal:
a.    Pabrik dipindahtangankan atau lokasi pabrik dipindah, tanpa persetujuan pemberi izin.
b.    Tidak menyampaikan informasi industri yang dimaksud dalam Pasal 18 atau dengan sengaja menyampaikan informasi yang tidak benar 3 (tiga) kali berturut-turut.
c.    Melanggar ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 23
Untuk pendaftaran Obat Tradisional dimaksud dalam Pasal 3 obat tradisional harus memenuhi persyaratan:
a. Secara empirik terbukti aman dan bermanfaat untuk digunakan manusia;
b. Bahan obat tradisional dan proses produksi yang digunakan memenuhi persyaratan yang
  ditetapkan;
c. Tidak mengandung bahan kimia sintetik atau hasil isolasi yang berkhasiat sebagai obat;
d. Tidak mengandung bahan yang tergolong obat keras atau narkotika
Pasal 30
(1) Pendaftaran Obat Tradisional yang dimaksud dalam pasal 3 dibatalkan apabila terjadi salah satu dari hal-hal berikut:
a.    Obat Tradisional yang bersangkutan tidak lagi memenuhi ketentuan Pasal 23;
b.    Penandaan Obat Tradisional yang bersangkutan menyimpang dari yang disetujui sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32;
c.    Melanggar ketentuan Pasal 40;
d.    Selama 2 (dua) tahun berturut -turut lndustri Obat Tradisional atau lndustri Kecil Obat Tradisional tidak menyampaikan informasi yang dimaksud Pasal 29;
e.    Atas permintaan perusahaan yang bersangkutan.





Bahan Kimia Obat
Bahan Kimia Obat (BKO) atau zat-zat kimia yang merupakan bahan utama obat kimiawi. 4 Juni 2009 Badan POM mengumumkan 60 item obat tradisionil yang ternyata berisi bahan kimia obat dan memerintahkan penarikan obat-obat tersebut.
Sebagian obat tradisional tersebut memang terdaftar dan memiliki nomor izin edar, tetapi ada juga yang hanya terdaftar tetapi tidak memiliki izin edar serta  yang mencantumkan nomor pendaftaran fiktif (di samping tidak terdaftar)
Menurut temuan Badan POM, obat tradisional yang sering dicemari BKO umumnya adalah obat tradisional yang digunakan pada pegal lini/encok/rematik, pelangsing, peningkat stamina/obat kuat pria, kencing manis, dan sesak napas.
Masyarakat dihimbau agar tidak mengkonsumsi obat tradisional yang mengandung bahan kimia seperti:
•    Sibutramin Hidroklorida,
•    Sildenafil Sitrat,
•    Asam Mefenamat,
•    Siproheptadin,
•    Fenilbutason,
•    Prednison,
•    Metampiron,
•    Teofilin dan
•    Parasetamol.
Sebagai contoh, BPOM hanya menyebutkan bahwa penggunaan sibutramin hidroklorida tanpa pengawasan dokter justru dapat meningkatan tekanan darah (hipertensi), meningkatnya denyut jantung, sulit tidur, kejang-kejang, dan penglihatan kabur.
Sildenafil sitrat yang biasa digunakan dalam Viagra sebagai pendongkrak gairah seksual, bila pemakaiannya tanpa pengawasan dokter dan dosis terukur, berpotensi menyebabkan :
•    sakit kepala,
•    pusing-pusing,
•    muka merah,
•    mual-mual,
•    nyeri perut,
•    gangguan penglihatan,
•    nyeri dada, jantung berdebar-debar, dan bahkan kematian.
Sanksi terhadap Pelanggaran
Untuk melindungi masyarakat dari bahaya akibat penggunaan obat tradisional yang dicemari BKO, Badan POM RI telah memberikan peringatan keras kepada produsen yang bersangkutan dan memerintahkan segera menarik peredaran produk serta memusnahkannya.
Bila peringatan tersebut tidak ditanggapi, Badan POM dapat membatalkan izin edar produk dimaksud bahkan mengajukanya ke pengadilan.
Tindakan produsen dan pihak-pihak yang mengedarkan produk obat tradisional dengan menambah BKO telah melanggar UU No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dan UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Kegiatan memproduksi dan atau mengedarkan Obat Tradisional dan Suplemen Makanan yang mengandung Bahan Kimia Obat, melanggar Undang Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dengan “Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah)”
Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang dapat dikenakan sanksi dengan “Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak 2 (dua) miliar rupiah”
Pembungkus wadah dan penandaan
Pasal 31
Wadah Obat Tradisional harus terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi mutu dan cukup melindungi isinya.
Pasal 32
(1)    Dalam persetujuan pendataran yang dimaksud dalam Pasal 3 ditetapkan penandaan
yang disetujui.
(2)    Dalam Pembungkus, wadah, etiket dan brosur obat tradisional wajib dicantumkan.



Penandaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
Pasal 33
(1)    Pada pembungkus, wadah atau etiket dan brosur Obat Tradisional Indonesia harus dicantumkan kata “JAMU” yang terletak dalam lingkaran dan ditempatkan pada bagian atas sebelah kiri;
(2)     Kata "JAMU" yang dimaksud dalam ayat (1) harus jelas dan mudah dibaca, dan ukuran huruf sekurang-kurangaya tinggi 5 (lima) milimeter dan tebal ½ (setengah) milimeter dicetak dengan warna hitam di atas warna putih atau warna lain yang menyolok.
(3)     Pada pembungkus, wadah atau etiket dan brosur Obat Tradisional Lisensi harus dicantumkan lambang daun yang terletak dalam lingkaran dan ditempatkan pada bagian atas sebelah kiri.
(4)    Lambang daun yang dimaksud dalam ayat (3) harus jelas dengan ukuran sekurang-kurangnya lebar 10 (sepuluh) milimeter dan tinggi 10 (sepuluh) milimeter, warna hitam di atas dasar putih atau warna lain yang menyolok dengan bentuk dan rupa seperti tercantum dalam Lampiran 46 Peraturan ini.
Pasal 34
Penandaan yang tercantum pada pembungkus, wadah, atiket dan atau brosur harus berisi informasi tentang :
•    Nama obat tradisional atau nama dagang;
•    Komposisi;
•    Bobot, isi atau jumlah obat tiap wadah;
•    Dosis pemakaian;
•    Khasiat atau kegunaan;
•    Kontra indikasi (bila ada);
•    Kedaluwarsa;
•    Nomor pendaftaran;
•    Nomor kode produksi;
•    Nama industri atau alamat sekurang-kurangaya nama kota dan kata “INDONESIA";
Untuk Obat Tradisional Lisensi harus dicantumkan juga:
•    Nama dan alamat industri
•    Pemberi lisensi;
•    Sesuai dengan yang disetujui pada pendaftaran.

Pasal 35
Penandaan yang dimaksud dalam Pasal 34, harus tidak rusak oleh air, gosokan, atau pengaruh sinar matahari.
Pasal 36
(1)    Penandaan yang dimaksud dalam Pasal 34 harus ditulis dalam bahasa Indonesia dengan huruf latin.
(2)    Untuk keperluan ekspor, di samping ketentuan yang dimaksud dalam ayat (1) dapat ditambahkan penandaan dalam bahasa dan huruf lain, dengan pengertian bahwa isi dan maksudnya harus sama dengan penandaan yang ditulis dalam bahasa Indonesia.
Pasal 37
Nama bahan dalam komposisi dimaksud dalam Pasal 34 huruf b harus ditulis dengan tata nama Latin menurut Farmakope Indonesia Ekstra Farmakope Indonesia atau buku lain yang ditetapkan oleh Menteri
Pasal 39
(1)     Industri Obat Tradisional atau lndustri Kecil Obat Tradisional dilarang memproduksi :
a.    Segala jenis obat tradisional yang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat;
b.    Obat tradisional dalam bentuk supositoria, intravaginal, tetes mata atau sediaan parenteral 
c.    Obat tradisional dalam bentuk cairan obat dalam yang mengandung etanol dengan kadar lebih dari 1%.
(2)    lndustri Kecil Obat Tradisional dilarang memproduksi Obat Tradisional Lisensi.
Pasal 40
Obat Tradisional tidak boleh mengandung bahan lain yang tidak tercantum dalam komposisi sebagaimana yang dilaporkan dalam permohonan pendaftaran.
Pasal 41
Dilarang mempromosikan obat tradisional;
a. Dengan cara atau keterangan yang menyesatkan;
b. Dengan informasi yang menyimpang dari informasi yang disetujui dalam pendaftaran.


JAMU ILEGAL MARAK DI BANTEN
Kompas, Selasa, 22 Maret 2011

Peraturan Dasar Undang Undang No.36 tahun 2009 tentang kesehatan
Pengobatan Tradisional
adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Obat Tradisional
adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
“Sedian farmasi yang berupa obat tradisional dan kosmetika serta alat kesehatan harus memenuhi standar dan atau persyaratan yang ditentukan”
Kecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam (”Back to Nature”) dalam memelihara kesehatan tubuh dengan memanfaatkan obat bahan alam yang tersedia melimpah di tanah air ini membuatindustri di bidang obat tradisional berusaha meningkatkan kapasitas produksinya. Berkembangnya pasar bagi peredaran obat tradisional ini juga berperan dalam tumbuhnya industri baru di bidang obat tradisional maupun meningkatnya peredaran obat tradisional yang berasal dari negara lain. Kecenderungan kembali ke alam ini didasari alasan umum bahwa obat bahan alam merupakan bahan yang aman digunakan dan mudah didapat.
Badan POM selaku badan yang memiliki otoritas didalam pengawasan obat dan makanan di Indonesia, terus berupaya untuk memenuhi keinginan masyarakat dengan meningkatkan perannya didalam melindungi masyarakat dari peredaran obat tradisional yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan. Disamping itu Badan POM juga berperan dalam membina industri maupun importir/distributor secara komprehensif mulai dari pembuatan, peredaran serta distribusi, agar masyarakat terhindar dari penggunaan obat tradisional yang berisiko bagi pemeliharaan kesehatan. Pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM dimulai sebelum produk beredar yaitu dengan evaluasi produk pada saat pendaftaran (pre marketing evaluation / product safety evaluation), inspeksi sarana produksi sampai kepada pengawasan produk di peredaran (post marketing surveillance).

Pengertian Jamu/ Usaha Jamu, Berdasarkan :
Permenkes RI No. 246/Menkes/Per/V/1990
Usaha jamu racikan adalah suatu usaha peracikan,pencampuran dan atau pengolahan obat tradisonal dalam bentukrajangan, serbuk, cairan, pilis, tapel atau parem dengan skala kecil,dijual di satu tempat tanpa penandaan dan atau merk dagang.Sedangkan Usaha jamu gendong adalah suatu usaha peracikan,pencampuran, pengolahan dan pengedaran obat tradisonal dalambentuk, cairan, pilis, tapel, tanpa penandaan dan atau merk dagangserta dijajakan untuk langsung digunakan.
Berdasarkan Harian KOMPAS, selasa, 22 Maret 2011
Badan Pengawas Obat dan Makanan di Serang, Banten, menemukan banyak produk jamu dan kosmetik illegal yang beredar di pasaran. Selama Januari- Februari 2011, BPOM menyita 84 jenis jamu dan kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya di Serang. Berdasarkan pengujian Badan POM, pada umumnya jamu illegal yang ditemukan mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Fungsi BKO yang ada di obat menghilang rasa sakit, tetapi sesuai aturan batas dosis yang aman. Namun, kalau pada jamu, dosisnya tidak jelas. Tak ada yang menjamin bahan kimia yang ditambahkan pada jamu itu tidak kadaluarsa dan di dapat dari sumber jelas. Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi, dan Layanan Informasi Konsumen Balai POM diSerang mengatakan, BKO yang ditemukan pada jamu illegal, antara lain, adalah:
•    Methampyrone
•    Prednisone
•    Dexametazon
. Apabiladosisnya tidak terkontrol, BKO pada jamu illegal yang beredar di pasaran dapat menggumpalkan darah serta mengganggu fungsi hati, ginjal, dan hormone.
Alasan Penggunaan dan Akibat Penambahan Bahan Kimia Obat pada sediaan Obat Tradisional berupa Jamu
Sampai saat ini Badan POM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang di dalamnya dicampuri bahan kimia obat(BKO). BKO di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen. Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi bahan kimia obat secara tidak terkontrol baik dosis maupun cara penggunaannya atau bahkan semata-mata demi meningkatkan penjualan karena konsumen menyukai produk obat tradisional yang bereaksi cepat pada tubuh. Konsumen yang tidak menyadari adanya bahaya dari obat tradisional yang dikonsumsinya, apalagi memperhatikan adanya kontra indikasi penggunaan beberapa bahan kimia bagi penderita penyakit tertentu maupun interaksi bahan obat yang terjadi apabila pengguna obat tradisional sedang mengkonsumsi obat lain, tentunya sangat  membahayakan. Untuk itulah Badan POM secara berkesinambungan melakukan pengawasan yang antara lain dilakukan melalui inspeksi pada sarana distribusi serta pengawasan produk di peredaran dengan cara sampling dan pengujian laboratorium terhadap produk yang beredar.
Informasi adanya BKO didalam obat tradisional juga bisa diperoleh berdasarkan laporan / pengaduan konsumen maupun laporan dari Yayasan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas). Menurut temuan Badan POM, obat tradisional yang sering dicemari BKO umumnya adalah obat tradisional yang digunakan pada:
Klaim kegunaanObat tradisional    BKO yang sering ditambahkan
Pegal linu / encok /rematik    Fenilbutason, antalgin, diklofenak sodium,piroksikam, parasetamol, prednison, ataudeksametason
Pelangsing    Sibutramin hidroklorida
Peningkat stamina / obat kuat pria    Sildenafil Sitrat
Kencing manis / diabetes    Glibenklamid
Sesak nafas/ asma    Teofilin

Bahaya macam-macam BKO yang sering dicampurkan kedalam obat tradisional sebagai berikut :
1. Fenilbutazon
Efek samping :
•    Timbul rasa tidak nyaman pada saluran cerna, mual, diare,kadang pendarahan dan tukak, reaksi hipersensifitas terutama angio edema dan bronkospasme, sakit kepala, pusing, vertigo, gangguan pendengaran, fotosensifitas dan hematuria.
•    Paroritis, stomatitis, gondong, panareatitis, hepatitis, nefritis, gangguan penglihatan, leukopenia jarang, trombositopenia, agranulositosis, anemia aplastik, eritema multifoema 9 syndroma Steven Johnson, nekrolisis epidermal toksis (lyll), toksis paru-paru.
2. Antalgin (Metampiron)
Efek samping: Pada pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan agranulositosis.
3. Deksametason
Efek Samping :
•    Glukokortikoid meliputi diabetes dan osteoporosis yang berbahayabagi usia lanjut. Dapat terjadi gangguan mental, euphoria dan myopagh. Pada anak-anak kortikosteroid dapat menimbulkangangguan pertumbuhan, sedangkan pada wanita hamil dapatmempengaruhi pertumbuhan adrenal anak.
•    Mineralokortikoid adalah hipertensi, pretensi Natrium dan cairanserta hypokalemia.4. PrednisonEfek samping :
•    Gejala saluran cerna : mual, cegukan, dyspepsia, tukak peptic,perut kembang, pancreatitis akut, tukak oesofagus, candidiasis.
•    Gejala musculoskeletal : miopatiproximal, osteoporosis,osteonekrosis avaskuler.
•    Gejala endokrin : gangguan haid, gangguan keseimbangan Nitrogen dan kalsium, kepekaan terhadap dan beratnya infeksi bertambah.
•    Gejala neuropsikiatri : euphoria, ketergantungan psikis, depresi, insomnia, psikosis, memberatnya shizoprenia dan epilepsy.
•    Gejala pada mata : glaucoma, penipisan kornea dan sclera, kambuhnya infeksi virus atau jamur di mata.
•    Gejala lainnya : gangguan penyembuhan, atrofi kulit, lebam, acne, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, leukositosis, reaksi hipersensitif (termasuk anafilaksis), tromboemboli, lesu.
5. Teofilin
Efek samping : Takikardia, palpitasi, mual, gangguan saluran cerna, sakit kepala, insomnia dan aritmia.
6. Hidroklortiazid (HCT)
Efek samping : Hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yangringan, impotensi (reversible bila obat dihentikan), hipokalimia,hipomagnesemia, hipoatremia, hiperkalsemia, alkalosis, hipokloremik,hiperurisemia, pirai, hiperglikemia dan peningkat kadar kolesterolplasma.
7. Furosemid
Efek samping : Hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesia, alkalosis,hipokloremik, ekskresi kalsium meningkat, hipotensi, gangguan salurancerna, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, kadar kolesterol dantrigliserida plasma meningkat sementara.
8. Glibenklamid
Efek samping :
•    Umumnya ringan dan frekuensinya rendah diantaranya gejala saluran cerna dan sakit kepala.
•    Gejala hematology trombositopeni dan agranulositosis.

9. Siproheptadin
Efek samping : Mual, muntah, mulut kering, diare, anemia hemolitik,leukopenia, agranulositosis dan trombositopenia.
10. Chlorpeniramin maleat (CTM)
Efek samping : Sedasi, gangguan saluran cerna, efek anti muskarinik,hipotensi, kelemahan otot, tinitus, euphoria, nyeri kepala, stimulasiSSP, reaksi alergi dankelainan darah.
11. Parasetamol
Efek samping : Jarang, kecuali ruam kulit, kelainan darah, pankreatitisakut dan kerusakan hati setelah over dosis.
12. Diclofenak sodium
Efek samping :
•    Gangguan terhadap lambung, sakit kepala, gugup, kulit kemerahan, bengkak, depresi, ngantuk tapi tidak bias tidur, pandangan kabur, gangguan mata, tinitus, pruritus.
•    Untuk hipersensitif : menimbulkan gangguan ginjal, gangguan darah.
13. Sildenafil Sitrat
Efek samping : Dyspepsia, sakit kepala, flushing, pusing, gangguanpenglihatan, kongesti hidung, priapisme dan jantung.
14. Sibutramin Hidroklorida
Efek samping: Dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantungserta sulit tidur.

Mengingat bahaya yang ditimbulkan sangat besar makapemerintah kemudian mengeluarkan Permenkes RI No.246/Menkes/Per/V/1990 yang mengatur larangan produksi Industri Obat Tradisional/Industri Kecil Obat Tradisional dengan kandungan :
•    Segala jenis Obat Tradisional yang mengandung bahan kimiahasil isolasi atau sintetik yg berkhasiat obat (BKO).
•    Obat Tradisional dalam bentuk supositoria, intravaginal, tetesmata atau sediaan parenteral.
•    Obat Tradisional dalam bentuk cairan obat dalam ygmengandung etanol dgn kadar > 1 %.
•    Industri Kecil Obat Tradisional dilarang memproduksi ObatTradisional Lisensi.
•    Obat Tradisional tidak boleh mengandung bahan lain yang tidaktercantum pada komposisi sesuai yang dilaporkan pada permohonan pendaftaran.
•    Obat Tradisional pelancar haid dan sejenisnya tidak boleh mengandung simplisia Angelica sinensis, Radix dan Linguistici Rhizoma.
•    Promosi : tidak boleh degan cara menyesatkan dan informasi ygmenyimpang dari saat pendaftaran .
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik (CPOTB)
berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia
Nomor HK.03.1.23.06.11.5629 TAHUN 2011

CPOTB adalah bagian dari Pemastian Mutu yang memastikanbahwa obat tradisional dibuat dan dikendalikan secara konsisten untukmencapai standar mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan dandipersyaratkan dalam izin edar dan Spesifikasi produk. CPOTB mencakup produksi dan pengawasan mutu. Persyaratan dasar dari CPOTB adalah:
a)     Semua proses pembuatan obat tradisional dijabarkan dengan jelas,dikaji secara sistematis berdasarkan pengalaman dan terbuktimampu secara konsisten menghasilkan obat tradisional yangmemenuhi persyaratan mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan;
b)     Tahap proses yang kritis dalam proses pembuatan, pengawasandan sarana penunjang serta perubahannya yang signifikan divalidasi;
c)     Tersedia semua sarana yang diperlukan untuk CPOTB termasuk:
•    Personil yang terkualifikasi dan terlatih;
•    Bangunan dan sarana dengan luas yang memadai;
•    Peralatan dan sarana penunjang yang sesuai;
•    Bahan, wadah dan label yang benar;
•    Prosedur dan instruksi yang disetujui;
•    Tempat penyimpanan dan transportasi yang memadai.
d)     Prosedur dan instruksi ditulis dalam bentuk instruksi dengan bahasa yang jelas, tidak bermakna ganda, dapat diterapkan secara spesifik pada sarana yang tersedia;
e)     Operator memperoleh pelatihan untuk menjalankan prosedur secara benar;
f)     Pencatatan dilakukan secara manual atau dengan alat pencatat selama pembuatan yang menunjukkan bahwa semua langkah yang dipersyaratkan dalam prosedur dan instruksi yang ditetapkan benar-benar dilaksanakan dan jumlah serta mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Tiap penyimpangan dicatat secara lengkap dan diinvestigasi;
g)     Catatan pembuatan termasuk distribusi yang memungkinkan penelusuran riwayat bets secara lengkap, disimpan secara komprehensif dan dalam bentuk yang mudah diakses;
h)     Penyimpanan dan distribusi obat tradisional yang dapat memperkecil risiko terhadap mutu obat tradisional;
i)     Tersedia sistem penarikan kembali bets obat tradisional mana pundari peredaran; dan
j)    Keluhan terhadap produk yang beredar dikaji, penyebab cacat mutu diinvestigasi serta dilakukan tindakan perbaikan yang tepat dan pencegahan pengulangan kembali keluhan.

PENGAWASAN MUTU
Pengawasan Mutu adalah bagian dari CPOTB yang berhubungan dengan pengambilan sampel, spesifikasi dan pengujian, serta dengan organisasi, dokumentasi dan prosedur pelulusan yang memastikan bahwa pengujian yang diperlukan dan relevan telah dilakukan dan bahwa bahanyang belum diluluskan tidak digunakan serta produk yang belum diluluskan tidak dijual atau dipasok sebelum mutunya dinilai dan dinyatakan memenuhi syarat. Setiap industri obat tradisional hendaklah mempunyai fungsi pengawasan mutu. Fungsi ini hendaklah independen dari bagian lain.
Sumber daya yang memadai hendaklah tersedia untuk memastikan bahwa semua fungsi Pengawasan Mutu dapat dilaksanakan secara efektif dan dapat diandalkan. Persyaratan dasar dari pengawasan mutu adalah bahwa:
a)    Sarana dan prasarana yang memadai, personil yang terlatih dan prosedur yang disetujui tersedia untuk pengambilan sampel, pemeriksaan dan pengujian bahan awal, bahan pengemas, produk antara, produk ruahan dan produk jadi, dan bila perlu untuk pemantauan lingkungan sesuai dengan tujuan CPOTB;
b)     Pengambilan sampel bahan awal, bahan pengemas, produk antara, produk ruahan dan produk jadi dilakukan oleh personil dengan metode yang disetujui oleh Pengawasan Mutu;
c)     Metode pengujian disiapkan dan divalidasi (bila perlu);
d)     Pencatatan dilakukan secara manual atau dengan alat pencatat selama pembuatan yang menunjukkan bahwa semua langkah yang dipersyaratkan dalam prosedur pengambilan sampel, inspeksi dan pengujian benar-benar telah dilaksanakan Tiap penyimpangan dicatat secara lengkap dan diinvestigasi;
e)    Produk jadi berisi bahan atau ramuan bahan yang dapat berupa bahan nabati, bahan hewani, bahan mineral, sediaansarian (galenik), atau campuran dari bahan-bahan tersebutdengan komposisi kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan yangdisetujui pada saat pendaftaran, serta dikemas dalam wadahyang sesuai dan diberi label yang benar;
f)     Dibuat catatan hasil pemeriksaan dan analisis bahan awal,bahan pengemas, produk antara, produk ruahan, dan produk jadi secara formal dinilai dan dibandingkan terhadapspesifikasi; dang) sampel pertinggal bahan awal dan produk jadi disimpan dalam jumlah yang cukup untuk dilakukan pengujian ulang bila perlu.Sampel produk jadi disimpan dalam kemasan akhir kecualiuntuk kemasan yang besar
Pengawasan Mutu secara menyeluruh juga mempunyai tugas lain,antara lain menetapkan, memvalidasi dan menerapkan semua prosedurpengawasan mutu, mengevaluasi, mengawasi, dan menyimpan bakupembanding, memastikan kebenaran label wadah bahan dan produk,memastikan bahwa stabilitas dari zat aktif dan produk jadi dipantau,mengambil bagian dalam investigasi keluhan yang terkait dengan mutuproduk, dan ikut mengambil bagian dalam pemantauan lingkungan.Semua kegiatan tersebut hendaklah dilaksanakan sesuai denganprosedur tertulis dan jika perlu dicatat. Personil Pengawasan Mutuhendaklah memiliki akses ke area produksi untuk melakukan pengambilansampel dan investigasi bila diperlukan.

PENGKAJIAN MUTU PRODUK
Pengkajian mutu produk secara berkala hendaklah dilakukanterhadap semua obat tradisional terdaftar, termasuk produk ekspor,dengan tujuan untuk membuktikan konsistensi proses, kesesuaian darispesifikasi bahan awal, bahan pengemas dan produk jadi, untuk melihattren dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan untuk produkdan proses. Pengkajian biasanya dilakukan tiap tahun dandidokumentasikan, dengan mempertimbangkan hasil kajian ulangsebelumnya dan hendaklah meliputi paling sedikit :
a) kajian terhadap bahan awal dan bahan pengemas yang digunakanuntuk produk, terutama yang dipasok dari sumber baru;
b) kajian terhadap pengawasan selama-proses yang kritis dan hasilpengujian produk jadi;
c) kajian terhadap semua bets yang tidak memenuhi spesifiksasi yangditetapkan dan investigasi yang dilakukan;
d) kajian terhadap semua penyimpangan atau ketidaksesuaian yangsignifikan, dan efektivitas hasil tindakan perbaikan danpencegahan;
e) kajian terhadap semua perubahan yang dilakukan terhadap prosespengolahan;
f) kajian terhadap hasil program pemantauan stabilitas dan segalatren yang tidak diinginkan;
g) kajian terhadap semua produk kembalian, keluhan dan penarikanobat tradisional yang terkait dengan mutu produk, termasukinvestigasi yang telah dilakukan; dan
h) kajian terhadap status kualifikasi peralatan dan sarana yangrelevan misal sistem tata udara (HVAC), air, gas bertekanan, dan lain lain;
Industri obat tradisional dan pemegang izin edar, bila berbeda,hendaklah melakukan evaluasi terhadap hasil kajian, dan suatu penilaian hendaklah dibuat untuk menentukan apakah tindakan perbaikan dan pencegahan ataupun validasi ulang hendaklah dilakukan.
Alasan tindakan perbaikan hendaklah di dokumentasikan. Tindakan pencegahan dan  perbaikan yang telah disetujui hendaklah diselesaikan secara efektif dan tepat waktu. Hendaklah tersedia prosedur manajemen untuk manajemen yang sedang berlangsung dan pengkajian aktivitas serta efektivitas prosedur tersebut yang diverifikasi pada saat inspeksi diri. Bila dapat dibenarkan secara ilmiah, pengkajian mutu dapat dikelompokkan menurut jenis produk, misal sediaan padat, sediaan cair, dan lain-lain. Bila pemilik izin edar bukan industri obat tradisional, maka perlu ada suatu Kesepakatan Teknis dari semua pihak terkait yang menjabarkan siapa yangbertanggung jawab untuk melakukan kajian mutu. Kepala Manajemen Mutu (Pemastian Mutu), yang bertanggung jawab untuk melakukan sertifikasi bets, bersama dengan pemilik izin edar hendaklah memastikan bahwa pengkajian mutu dilakukan tepat waktu dan akurat.
MANAJEMEN RISIKO MUTU
Manajemen risiko mutu adalah suatu proses sistematis untukmelakukan penilaian, pengendalian dan pengkajian risiko terhadap mutusuatu produk. Hal ini dapat diaplikasikan secara proaktif maupunretrospektif. Manajemen risiko mutu hendaklah memastikan bahwa:
a) evaluasi risiko terhadap mutu dilakukan berdasarkan pengetahuansecara ilmiah, pengalaman dengan proses dan pada akhirnyaterkait pada perlindungan konsumen; dan 
b) tingkat usaha, formalitas dan dokumentasi dari proses manajemenrisiko mutu sepadan dengan tingkat risiko.IV.
Sanksi Terhadap Produksi Obat Tradisional Yang Mengandung BKO Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM RI No. HK.00.51.1.23.3516Tentang Izin Edar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, SuplemenMakanan dan Makanan Yang Bersumber, Mengandung, Dari BahanTertentu Dan atau Mengandung Alkohol pasal 7 ayat 1 dan 2 , sanksi-sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah :
(1) Pelanggaran terhadap ketentuan dalam peraturan ini dapat dikenaisanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali;
b. penghentian sementara kegiatan produksi dan distribusi;
c. pembekuan dan/atau pembatalan Surat Persetujuan;
d. penarikan produk dari peredaran dan pemusnahan.
(2) Selain dapat dikenai sanksi administratif sebagaimana dimaksudpada ayat (1) dapat pula dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tips identifikasi secara cepat adanya BKO di dalam obat tradisional.Yang dapat dilakukan secara cepat sebagai tindakan kewaspadaan terhadap obat tradisional yang tidak bermutu dan bahkan mungkin tidakaman adalah :
Apabila produk di klaim dapat menyembuhkan bermacam-macampenyakit.
Bila manfaat atau kerja obat tradisional dirasa sedemikian cepatnya terjadi (“cespleng”).

Makalah PAI Proses Terbentuknya Manusia

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Pengertian Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua. Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Fisik
Dalam biologi, manusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi. Pembelajaran biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek psikologis serta ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan. Secara biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Manusia menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai depan dapat digunakan untuk memanipulasi obyek menggunakan jari jempol (ibu jari).

 Bentuk fisik manusia sangat bervariasi, tergantung pada faktor tempat dan sejarah. Meskipun ukuran tubuh umumnya dipengaruhi faktor keturunan, faktor lingkungan dan kebudayaan juga dapat memengaruhinya, seperti gizi makanan. Anak manusia lahir setelah sembilan bulan dalam masa kandungan, dengan berat pada umumnya 3-4 kilogram (6-9 pound) dan 50-60 centimeter (20-24 inci) tingginya. Tak berdaya saat kelahiran, mereka terus bertumbuh selama beberapa tahun, umumnya mencapai kematangan seksual pada sekitar umur 12-15 tahun. Anak laki-laki masih akan terus tumbuh selama beberapa tahun setelah ini, biasanya pertumbuhan tersebut akan berhenti pada umur sekitar 18 tahun.
 
Sebuah kerangka manusia.

Warna kulit manusia bervariasi dari hampir hitam hingga putih kemerahan. Secara umum, orang dengan nenek moyang yang berasal dari daerah yang terik mempunyai kulit lebih hitam dibandingkan dengan orang yang bernenek-moyang dari daerah yang hanya mendapat sedikit sinar matahari. (Namun, hal ini tentu saja bukan patokan mutlak, ada orang yang mempunyai nenek moyang yang berasal dari daerah terik dan kurang terik; dan orang-orang tersebut dapat memiliki warna kulit berbeda dalam lingkup spektrumnya.) Rata-rata, wanita memiliki kulit yang sedikit lebih terang daripada pria.

Ciri-ciri Mental
Banyak manusia menganggap dirinya organisme terpintar dalam kerajaan hewan, meski ada perdebatan apakah cetaceans seperti lumba-lumba dapat saja mempunyai intelektual sebanding. Tentunya, manusia adalah satu-satunya hewan yang terbukti berteknologi tinggi. Manusia memiliki perbandingan massa otak dengan tubuh terbesar di antara semua hewan besar (Lumba-lumba memiliki yang kedua terbesar; hiu memiliki yang terbesar untuk ikan; dan gurita memiliki yang tertinggi untuk invertebrata). Meski bukanlah pengukuran mutlak (sebab massa otak minimum penting untuk fungsi "berumahtangga" tertentu), perbandingan massa otak dengan tubuh memang memberikan petunjuk baik dari intelektual relatif.
 Manusia adalah satu dari empat spesies yang lulus tes cermin untuk pengenalan pantulan diri - yang lainnya adalah simpanse, orang utan, dan lumba-lumba. Pengujian membuktikan bahwa sebuah simpanse yang sudah bertumbuh sempurna memiliki kemampuan yang hampir sama dengan seorang anak manusia berumur empat tahun untuk mengenali bayangannya di cermin. Pengenalan pola (mengenali susunan gambar dan warna serta meneladani sifat) merupakan bukti lain bahwa manusia mempunyai mental yang baik.
Kemampuan mental manusia dan kepandaiannya, membuat mereka, menurut Pascal, makhluk tersedih di antara semua hewan. Kemampuan memiliki perasaan, seperti kesedihan atau kebahagiaan, membedakan mereka dari organisme lain, walaupun pernyataan ini sukar dibuktikan menggunakan tes hewan. Keberadaan manusia, menurut sebagian besar ahli filsafat, membentuk dirinya sebagai sumber kebahagiaan.

Asal Mula
Hewan terdekat dengan manusia yang masih bertahan hidup adalah simpanse; kedua terdekat adalah gorila dan ketiga adalah orang utan. Sangat penting untuk diingat, namun, bahwa manusia hanya mempunyai persamaan populasi nenek moyang dengan hewan ini dan tidak diturunkan langsung dari mereka. Ahli biologi telah membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara manusia dan simpanse, dan memperkirakan perbedaan genetik keseleruhan kurang dari 5%. Telah diperkirakan bahwa garis silsilah manusia bercabang dari simpanse sekitar 5 juta tahun lalu, dan dari gorila sekitar 8 juta tahun lalu. Namun, laporan berita terbaru dari tengkorak hominid berumur kira-kira 7 juta tahun sudah menunjukkan percabangan dari garis silsilah kera, membuat gagasan kuat adanya percabangan awal silsilah tersebut.
Berikut beberapa gejala penting dalam evolusi manusia:
•    Perluasan rongga otak dan otak itu sendiri, yang umumnya sekitar 1,400 cm³ dalam ukuran volumnya, dua kali lipat perluasan otak simpanse dan gorila. Beberapa ahli antropologi, namun, mengatakan bahwa alih-alih perluasan otak, penyusunan ulang struktur otak lebih berpengaruh pada bertambahnya kecerdasan.
•    Pengurangan gigi taring.
•    Penggerak bipedal (dua kaki)
•    Perbaikan laring / pangkal tenggorokan (yang memungkinkan penghasilan bunyi kompleks atau dikenal sebagai bahasa vokal).

Bagaimana gejala-gejala ini berhubungan, dengan cara apa mereka telah menyesuaikan diri, dan apa peran mereka dalam evolusi organisasi sosial dan kebudayaan kompleks, merupakan hal-hal penting dalam perdebatan yang berlangsung di antara para ahli antropologi ragawi saat ini. Selama tahun 1990an, variasi dalam DNA mitochondria manusia diakui sebagai sumber berharga untuk membangun ulang silsilah manusia dan untuk melacak perpindahan manusia awal. Berdasarkan perhitungan-perhitungan ini, nenek moyang terakhir yang serupa manusia modern diperkirakan hidup sekitar 150 milenium lalu, dan telah berkembang di luar Africa kurang dari 100.000 tahun lalu. Australia dijelajahi relatif awal, sekitar 70.000 tahun lalu, Eropa +/- 40.000 tahun lalu, dan Amerika pertama didiami secara kasarnya 30.000 tahun lalu, serta kolonisasi kedua di sepanjang Pasifik +/- 15.000 tahun lalu (lihat Perpindahan manusia).

Macam-macam kelompok agama telah menyatakan keberatan atas teori evolusi umat manusia dari sebuah nenek moyang bersama dengan hominoid lainnya. Alhasil, muncullah berbagai perbedaan pendapat, percekcokan, dan kontroversi. Lihat penciptaan, argumen evolusi, dan desain kepandaian untuk melihat pola pikir yang berlawanan.
Tubuh
penampilan fisik tubuh manusia adalah pusat kebudayaan dan kesenian. Dalam setiap kebudayaan manusia, orang gemar memperindah tubuhnya, dengan tato, kosmetik, pakaian, perhiasan atau ornamen serupa. Model rambut juga mempunyai pengertian kebudayaan penting. Kecantikan atau keburukan rupa adalah kesan kuat subyektif dari penampilan seseorang. Kebutuhan individu terhadap makanan dan minuman teratur secara jelas tercermin dalam kebudayaan manusia (lihat pula ilmu makanan). Kegagalan mendapatkan makanan secara teratur akan berakibat rasa lapar dan pada akhirnya kelaparan (lihat juga malnutrisi).
Kelahiran dan kematian
Kehidupan subyektif individu berawal pada kelahirannya, atau dalam fase kehamilan terdahulu, selama janin berkembang di dalam tubuh ibu. Kemudian kehidupan berakhir dengan kematian individu. Kelahiran dan kematian sebagai peristiwa luar biasa yang membatasi kehidupan manusia, dapat mempunyai pengaruh hebat terhadap individu tersebut. Kesulitan selama melahirkan dapat berakibat trauma dan kemungkinan kematian dapat menyebabkan rasa keberatan (tak mudah) atau ketakutan (lihat pula pengalaman hampir meninggal). Upacara penguburan adalah ciri-ciri umum masyarakat manusia, sering diinspirasikan oleh kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian. Adat kebiasaan warisan atau penyembahan nenek moyang dapat memperluas kehadiran sang individu di luar rentang usia fisiknya.









BAB 2
PEMBAHASAN

Kelahiran Manusia
Terdapat banyak pokok persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang mengundang manusia untuk beriman. Kadang-kadang langit, kadang-kadang hewan, dan kadang-kadang tanaman ditunjukkan sebagai bukti bagi manusia oleh Allah. Dalam banyak ayat, orang-orang diseru untuk mengalihkan perhatian mereka ke arah proses terciptanya mereka sendiri. Mereka sering diingatkan bagaimana manusia sampai ke bumi, tahap-tahap mana yang telah kita lalui, dan apa bahan dasarnya:

"Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?" (Al Qur'an, 56:57-59)

Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
    (spermazoa).

2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.

3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.

4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur'an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.
Setetes Mani
Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur'an :
"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37)
Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur'an dengan ungkapan, "setetes mani yang ditumpahkan".



Campuran Dalam Air Mani
 Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.
Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur'an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:
"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)
Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "bahan campuran" ini:
"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an, 32:7-8)
Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa Al Qur'an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.

Jenis Kelamin Bayi
Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan "dari air mani apabila dipancarkan".

"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (Al Qur'an, 53:45-46)
   
 Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.
Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim
Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai "zigot" dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi "segumpal daging".
     Pada tahap awal perkembangannya, bayi dalam rahim ibu berbentuk zigot, yang menempel pada rahim agar dapat menghisap sari-sari makanan dari darah ibuInformasi ini, yang ditemukan oleh embriologi modern, secara ajaib telah dinyatakan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu dengan menggunakan kata "'alaq", yang bermakna "sesuatu yang menempel pada suatu tempat" dan digunakan untuk menjelaskan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur'an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata "'alaq" dalam Al Qur'an:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah." (Al Qur'an, 96:1-3)
Arti kata "'alaq" dalam bahasa Arab adalah "sesuatu yang menempel pada suatu tempat". Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

Pembungkusan Tulang oleh Otot
Tahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur'an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu'minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: "…dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging".
Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.
"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik" (Al Qur'an, 23:14)
Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur'an adalah benar kata demi katanya.
Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.
Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal.Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang.


Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim
Dalam ayat ke-6 surat Az Zumar, disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu dalam tiga kegelapanDalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.
"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Al Qur'an, 39:6)
Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
"Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran." (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:
- Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.
- Tahap Embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.
- Tahap fetus
Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.    
Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur'an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur'an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.

Asal Usul Manusia menurut Islam
Kita sebagai umat yang mengakui dan meyakini rukun iman yang enam, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan.
"Kitab (Al Qur’an) in tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib....." (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)
Dengan memperhatikan ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki unsur utama yang dijelaskan dalam Al Qur’an yaitu Iman kepada yang Ghaib. Ini sebenarnya tampak pula dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan, dsb. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.
Tahapan kejadian manusia :
a)    Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
"Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah (32) : 7)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)
Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :
"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)
b)    Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :
"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (QS. Yaasiin (36) : 36)
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’ (4) : 1)
Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.
c)    Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
"Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)
Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15
Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :
"...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)..." (QS. Az Zumar (39) : 6).
Empat komponen dalam diri manusia
Dalam diri manusia ada empat komponen yang nantinya akan menentukan siapa, bagaimana, dan seperti apa manusia tersebut. yang patut diketahui adalah, jarang sekali manusia yang memiliki empat komponen tersebut secara penuh. biasanya ada satu atau dua komponen yang kurang.
•    komponen pertama adalah fisik.
fisik atau tubuh kita adalah komponen yang pasti ada dalam setiap manusia. ada manusia yang dilahirkan dengan fisik sempurna dan ada juga yang dilahirkan dengan fisik tidak sempurna. bagi yang sempurna pun ada yang berparas tanpan atau menawan ada pula yang berparas biasa atau mungkin kurang. rambut, bentuk hidung, bentuk wajah, lekuk tubuh dan sebagainya akan sangat menentukan bentuk fisik seseorang. komponen ini lebih merupakan “given” dari sang pencipta. mungkin kita bisa merubah komponen ini, tapi bisanya tidak akan jauh dari aslinya. fisik bisa juga dalam bentuk fisik yang kuat atau fisik yang sakit sakitan. kita sebagai manusia harus menjaga agar fisik kita tetap dalam kondisi yang terbaik meski kita tidak bisa mengubah penampilan kita.
•    komponen kedua adalah otak.
otak disini dianalogikan dengan kecerdasan atau kepandaian seseorang. ada orang yang sangat cerdas dan ada orang yang mungkin bisa dikatakan bodoh. meski bodoh dan kecerdasan kadang bersifat relatif. berdasarkan beberapa penelitian, kecerdasan seseorang bisa ditingkatkan dengan belajar. mungkin yang tak bisa diubah adalah volume atau karakteristik otak kita. karena ini berhubungan dengan fisik. tapi proses yang ada di dalam otak bisa diperbaiki dengan pembelajaran.
•    komponen ketiga adalah lisan.
 lisan atau boleh saya katakan dengan komunikasi akan menentukan bagaimana seseorang akan berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. komunikasi juga akan menentukan proses transfer ilmu atau pengetahuan dari seseorang kepada orang lain. banyak orang yang sangat baik dalam berkomunikasi. tapi tak jarang pula orang pandai yang gagal mengungkapkan idenya karena kurang dalam komunikasi. komponen komunikasi juga bisa dipelajari oleh seseorang.

•    komponen keempat adalah spiritual.
saya lebih mengaitkan spiritual dengan agama atau keimanan seseorang. faktor ini akan sangat menentukan gerak dari faktor faktor lainnya. faktor ini merupakan faktor yang memberikan ruh kepada manusia dalam hidupnya. karena sangat pentingnya faktor ini maka tidak salah jika sebagai manusia harus mendorong faktor ini ke arah yang paling sempurna. sebagian besar kerusakan di muka bumi dilakukan oleh orang orang pintar yang tidak mempunya landasan spiritual yang bagus. sehingga semua tindakan mereka hanya didasarkan pada nafsu belaka.



BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
Selama berada dalam rahim sang ibu, ia menyerap makanan yang dimakan oleh sang ibu. Hingga lahir ke dunia pun ia masih bergantung pada ASI, untuk pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal.
Munusia dikaruniakan oleh Allah akal untuk berfikir. Dengan akal, manusia mampu membedakan antara yang haq (benar) dengan yang bathil (salah). Dengan akal pula, manusia mampu merenungkan dan mengamalkan sesuatu yang benar tersebut. Dengan karunia akal, manusia diharapkan dapat memilah dan memilih nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan.
Disamping memiliki akal, manusia selalu terlahir dengan 3 naluri yang pasti ada dalam dirinya, yaitu :
Naluri untuk mensucikan sesuatu :  naluri untuk beragama dan menyebah sesuatu yang lebih dari pada dirinya.
Naluri untuk mempertahankan eksistensi diri :  manunia punya kecenderungan marah, sedih, senang dll.
Naluri untuk melestarikan dirinya : naluri kasih sayang.