Senin, 23 Juni 2014

Senyuman jingga itu....?


Senyuman Jingga Itu..???
Malam ini entah apa yang aku rasakan. Tiba-tiba terpikir seandainya waktu bisa berputar kembali. Bila aku bisa memilih antara masa anak-anak, remaja, dan dewasa, pasti aku memilih kembali ke masa anak-anak. Masa yang indah tanpa sedikitpun beban. Masa dimana masih didekap orang tua. Masa masih dimanja mama papa. Masa segalanya terasa mudah dan lucu.
Kembali pikirannku memudar mengingat masa depan yang kini ada dipelupuk mata. Detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun yang telah kulalui di dunia ini dan berfikir apakah yang telah aku dapat? Apakah yang telah aku lakukan untuk diriku, serta untuk orang-orang disekelilingku terutama mama dan papaku.
Debaran angin yang sempat menggelincirkan pergaulanku. Membawaku jatuh dalam tikungan yang mencemaskan. Aku mencoba bangkit dengan  sekepal mimpi. Sekepal mimpi yang begitu berarti bagiku.
Keyakinan ini tumbuh. Ketika aku melihat, merasakan, mempelajari berbagai peristiwa yang terjadi disetiap detik nafas hidup ini. Dari semua masalah yang pernah aku hadapi. Dari semua kegagalan dan kekecewaan yang pernah aku rasakan. Dari setiap tetesan air mata yang jatuh. Dari setiap tawa yang mempesona itu. Dari setiap keberhasilan dan kebahagian yang telah aku dapatkan di kehidupan yang ternyata penuh topeng.
Keyakinan bahwa Tuhan selalu bersamaku. Tuhan selalu menjagaku. Tuhan selalu memberiku kesempatan. tuhan yang membuat htaiku kuat dengan berbagai ujian yang menimpaku. Tuhan yang membuat aku bisa menikmati kehidupan yang penuh dengan pelangi hitam ini. Karena Tuhan selalu meyakinkanku untuk bisa menjadi lebih baik, menjadi yang terbaik, dan menjadi diri yang utuh dengan cintaNya.
Aku berfikir, ketika suatu hari nanti aku kembali. Berharap mimpi, berharap tujuan dengan keyakinan yang nyata ini dapat terkabul. Tuhan aku selalu percaya dengan keajaibanMu. Aku selalu percaya dengan mujizatMu. Dalam doaku terselip senyuman jingga jernih mengharap karunia Mu dalam hidupku.
Pandanganku menatap kelangit. Aku berfikir suatu saat nanti aku bisa menikmati megahnya dunia dari atas sana. Tuhan aku selalu bermimpi. Bahkan mungkin mimpi aku ini begitu tinggi. Entahlah. Kadang aku hanya bisa tersenyum dengan tumpukkan kata yang menurutku tak berguna.
Tuhan. Terkadang aku bingung. Kategori mana yang harus aku pilih dalam hidup ini. Aku itu pinter? Cerdas? Atau apa yah? Yang [asti aku tidak BODOH!!!
Tuhan. Kebanggaan terbesar dalam hidupku adalah membuat mama dan papaku bangga. Aku bersyukur Kau telah menganugerahkan nikmat yang tak terhingga untukku. Rizki yang cukup, dikelilingi orang-orang yang begitu menyayangiku.
Tuhan. Semua kata yang ingin aku katakana didunia ini hanyalan sepetik kata terima kasih yang tiada tara pada-Mu. Terima kasih telah selalu bersamaku. Terima kasih atas senyuman-senyuman jingga yang telah kau pasangkan dalam indahnya dunia ini. Aku percaya aku bisa sukses dengan seluruh usaha dan kerja kerasku serta doa-doa yang bermunazat padaMu. Aku yakin aku bisa membahagiakan mama dan papaku dengan rizki lahir dan bathin yang selalu kau limpahkan dalam setiap hari-hariku.
Senyuman jingga itu adalah symbol betapa bangganya aku bisaselalu ada dalam dekapanMu Tuhan. Bisa merakan indahnya KasihMu. Bisa merasakan damainya cintaMu untukku. Tuhan terima kasih yang tak terhingga. Aku percaya cinta, lindungan, kasih, bantuanmu selalu hinggap dalam setiap hembusan nafasku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar